Pelayanan Kefarmasian di Apotek Menuju Era Revolusi Industri 4.0

No Comments on Pelayanan Kefarmasian di Apotek Menuju Era Revolusi Industri 4.0

Industri 4.0. Apa itu industri ke 4?

 

IMG_0312-min

 

Industri 1.0  : Mechanization,water Power, steam power. Industri 2.0 : Mass production, assembly line,electricity. Industri 3.0 : Computer and automation. Industri 4.0 : Cyber physical systems” Drs. Hendra Farma Johar, M.Si.,Apt

Kuliah Tamu yang diadakan oleh Prodi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan UNIDA Gontor merupakan salah satu event wajib setiap semester yaitu Kuliah Tamu, diharapkan melalui kuliah tamu ini bisa  memenuhi kebutuhan mahasiswa akan pengembangan kompetensi dan berbagai skill pendukung Perkembangan indusri Farmasi saat ini menjadi salah satu faktor utama Farmasi UNIDA Gontor untuk mendorong mahasiswa agar mampu melebarkan sayap dan menjadi Sumber Daya Manusia yang kompetitif di Era revolusi Industri 4.0 saat ini.

Melalui kuliah tamu ini Drs. Hendra Farma Johar, M.Si.,Apt menyampaikan materi tentang Pelayanan Kefarmasian Di Apotek  Menuju Era Revolusi Industri 4.0 yang dibagi menjadi 2 sub tema yaitu Pengelolaan Obat (Supply Chain) di Apotek dan Pelayanan Pharmaceutical Care di Apotek Arab Saudi.

Kuliah Tamu kali ini menghadirkan Kepala Baak UNIDA Gontor kampus Mantingan, dosen dan staff prodi gizi, dosen dan staff farmasi dan tentu juga dihadiri oleh semua mahasiswi farmasi. Pada sesi pertama terdapat sambutan oleh Amal Fadholah,S.Si.,M.Si,Apt selaku Kaprodi Farmasi menyampaikan “ diharapkan  melalui kuliah tamu ini kita bisa mengambil pelajaran dari pak Hendra agar kita menjadi apoteker yang sukses di masa industri 4.0 ini”. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ahmad Setyono,M.M selaku kepala BAAK Unida Gontor kampus Mantingan.selanjutnya penyampaian materi dengan tema Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Menuju Era Revolusi Industri 4.0 oleh Drs. Hendra Farma Johar, M.Si.,Apt.

IMG_0224-min

Sambutan Amal Fadholah, S.Si,M.Si,Apt (Kaprodi Farmasi)

“ Sesungguhnya dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, kefarmasian justru lebih baik. Kita akan membahas apoteker di Saudi arabia, karena Saudi arabia merupakan parameter keberhasilan di Saudi arabia. Nanti kita lihat bagaimana perkembangan 4.0 di Saudi arabia” ungkap CEO Kimia Farma Dawaa, Drs. Hendra Farma Johar, M.Si.,Apt dalam Kuliah Tamu Prodi Farmasi Unida Gontor

IMG_0265-min

Kurniawan, S.Si,Apt ( Moderator) dan Drs. Hendra Farma Johar, M.Si.,Apt (Pemateri)

Management produksi cenderung akan menghasilkan barang, kalo management operasional akan menghasilkan jasa. Apotek adalah bisnin jasa/operasional. Ada prosesnya yaitu input – in process – out put – on process. Apotek adalah bisnis barang disebut jasa retail,

  • Input dari apotik adalah PO (pemesanan terhadap supplyer) = Resep dari dokter
  • In Process di apotek barang di cek, ditata sesuai dengan teori -> buat kartu stok secara computer. = meracik, dll
  • Out put nya adalah obat yang kita berikan ke pasien dan apoteker memberikan informasi kepada pasien.
  • on process nya adalah sebuah proses dimana customer dengan kita sebagai penjual masih berhubungan walaupun sudah terjadi porsesnya.

Yang harus dipersiapkan dalam menghadapi Pelayanan Kefarmasian di Apotek  Menuju Era Revolusi Industri 4.0 yaitu yakni sebagai apoteker harus memiliki mindset proses bisnis agar bisa mempengaruhi nilai tambah (dalam hal Kualitas (Quality ),Waktu (Delivery ) dan Biaya (Cost ) ) dalam berbisnis.

IMG_0280-minPenyampaian materi oleh CEO Kimia Farma Dawaa, Drs. Hendra Farma Johar, M.Si.,Apt dalam Kuliah Tamu Prodi Farmasi Unida Gontor

Ada 3  hal yang perlu dipahami oleh para apoteker dalam pelayanan kefarmasiaan di apotek untuk menuju era revolusi industri 4.0 untuk melebarkan sayap di dunia bisnis, antara lain :

  1. Faster : Makin cepat makin baik, artinya memuaskan pelanggan & menurunkan biaya perunit produk atau jasa.
  2. Better : Makin berkualitas makin baik, artinya mengurangi kegagalan, memuaskan pelanggan & menurunkan biaya perunit produk atau jasa.
  3. Cheaper : Makin rendah biayanya makin baik, artinya memuaskan pelanggan & menurunkan harga perunit produk atau jasa.

Selain proses bisnis yang dipahami oleh seorang apoteker, Drs. Hendra Farma Johar, M.Si.,Apt.menyampaikan seorang pembisnis itu harus hal-hal mendasar dalam berbisnis yakni :

  • Make everything simple : Membuat proses kerja menjadi lebih sederhana.
  • Creatting add value activities : menciptakan aktivitas yang menciptakan nilai tambah
  • Cross function and eliminate the wall : Bekerja lintas fungdi dan menghilangkan tembok-tembok organisasi.
  • Faster method and cheaper : bekerja dengan lebih cepat, lebih baik dan lebih murah untuk pelanggan.
  • End to end working : bekerja dimulai dari akhir dan berakhir dawal. Bekerja dimulai dari aktivitas untuk memehami apa yang menjadi kemajuan pelanggan, kemudian di akhiri dengan menyerahkan hasil kerja yang memenuhi kemauan pelanggan.IMG_0368-minTanya Jawab dengan mahasiswi farmasi

Dipenghujung acara sesi pertama CEO Kimia Farma Dawaa menjawab salah satu pertanyaan dari salah satu peserta . Apakah Supply pembuatan obat dan bahan sama dengan di indo? untuk ketentuan dosis dan sediaan sama/ beda? Untuk supply pembuatan obat dan bahan di Indonesia dan arab tidak sama dan untuk  dosis pembuatan cream disana berbeda dengan indonesia,karena memiliki suhu yang berbeda, obat generic diarab lebih mahal, karena impor itu di subsidi.

(LUSI)

Baca Berita Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *