Ternyata Ujian OSCE Juga untuk Anak Farmasi, Bagaimana Detailnya?

No Comments on Ternyata Ujian OSCE Juga untuk Anak Farmasi, Bagaimana Detailnya?

Hari kedua seminar, workshop, dan kongres APTFI 2019 (3 April 2019), setelah mendapat pleanary lectures dari beberapa dosen tentang interpersonal education (IPE) dan oral presentation. Hari ini saatnya para peserta mendapat tiga jenis workshop yang dilakukan diruangan berbeda (OSCE, CBT, dan preceptor). Karena perwakilan dari Farmasi Unida Gontor berjumlah tiga orang, jadi setiap orang memasuki kelas yang berbeda. Harapannya nanti kami bisa sharing knowledge.


Workshop pembuatan soal OSCE oleh Dr. Lucky Dewi Sasongko, M.Si, Apt

Sebagai sesorang farmasis di Indonesia nantinya dituntut untuk lolos UKAI (Uji Kompetensi Apoteker Indonesia). Menurut Dr. Lucky Dewi Sasongko, M.Si, Apt, “UKAI merupakan kemampuan minimal yang harus dimiliki oleh seorang apoteker.pernah minder jika dari perguruan tinggi baru, karena selama mahasiswa mendapat materi dan pernah praktek akan memiliki peluang yang sama untuk lulus UKAI.”

UKAI dibagi menjadi dua bagian yaitu OSCE dan CBT, untuk CBT akan dibahas lebih banyak di next artikel. OSCE (Objective Structured Clinical Examination) adalah ujian kompetensi praktek sebagai seorang apoteker. Ujian ini dilakukan dengan tujuan peningkatan kualitas apoteker, standarisasi apoteker, dan peningkatan kualitas assessment. Cakupan ujiannya meliputi obat alat kesehatan habis pakai, herbal, suplemen, dan kosmetik. Komptensi spesifik OSCE sebagai berikut:

  1. Pengumpulan data dan informasi
  2. Penetapan masalah
  3. Penyelesaian masalah
  4. Pencatatan dan pelaporan
  5. Komunikasi efektif
  6. Sikap dan perilaku professional

Ujian akan dibagi menjadi 9 stations (3 stations pembuatan, 2 stations distribusi, 4 stations pelayanan). Setiap station diberikan waktu 10 menit (1 menit baca soal dan 9 menit mengerjakan soal). Kebayangkan bagaimana hecticnya ujian OSCE? Bukan hanya mahasiswa yang membutuhkan persiapan untuk menghadapi OSCE, para dosen juga butuh harus mempersiapkan soalnya sehingga perlu dilakukan workshop pembuatan soal OSCE seperti pada acara ini. Setiap perguruan tinggi yang terdaftar di APTFI dapat mengirimkan soal yang akan diajukan sebagai soal OSCE nasional. Soal-soal tersebut akan direview oleh tim tersendiri dari APTFI. Jadi sudah seberapa banyak persiapanmu untuk menghadapi UKAI terutatama OSCE?

Peserta OSCE sedang membuat soal OSCE yang dibimbing langsung oleh Dr.Lucky Dewi Sangkoso, M.Si., Apt

(Nadia Mira K, Ed Saf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *