MENGGAGAS LEMBAGA PEMERIKSA HALAL (LPH) DAN HALAL CENTER DI UNIDA GONTOR

No Comments on MENGGAGAS LEMBAGA PEMERIKSA HALAL (LPH) DAN HALAL CENTER DI UNIDA GONTOR

Oleh : Kurniawan, Apoteker (Farmasi Unida Gontor)

Pemerintah melalui Kementerian Agama telah meresmikan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) pada tahun 2017 sebagai wujud implementasi UU JPH oleh pemerintah. Sementara DPR RI juga telah memberikan respon positif terhadap arah baru perkembangan tren bisnis modern denga mensahkan RUU JPH menjadi Undang Undang.

Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia juga merupakan negara dengan konsumsi produk halal terbesar dalam hal belanja makanan halal, pariwisata halal, obat-obatan, kosmetika halal serta keuangan syariah. Badan baru yang lahir berdasarkan amanat UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal perlu adanya penguatan kerja sama antara lain Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Majelis Ulama Indonesia. Walaupun badan yang terbentuk ini terkesan mengambil alih peran yang selama ini dilakukan oleh MUI melalui Lembaga Pengkajian Pangan Obat Obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI, akan tetapi ini adalah bentuk tanggung jawab negara menghadirkan produk halal bagi masyarakat.

Dalam Undang Undang RI Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal pasal 12 disebutkan bahwa pemerintah dan masyarakat dapat mendirikan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk melakukan pemeriksaan dan atau pengujian kehalalan produk sebagaimana peran BPJH kementerian agama. Dalam pasal 13 Undang Undang Jaminan Produk Halal mengatur persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendirikan Lembaga Pemeriksa Halal :

  1. Memiliki kantor sendiri dan perlengkapannya
  2. Memiliki akreditasi dari BPJH
  3. Memiliki Auditor Halal paling sedikit 3 (tiga) orang
  4. Memiliki Laboratorium atau kesepakatan kerjasama dengan lembaga lain yang memiliki laboratorium
  5. Merupakan lembaga keislaman dan berbadan hukum

Dalam proses sertifikasi halal, BPJPH akan melakukan kerja sama dengan LPH yang berwenang mengaudit/menilai/menguji kehalalan produk. Hasil audit tersebut menjadi bahan bagi MUI untuk menyelenggarakan sidang fatwa. Hasil keputusan sidang fatwa MUI inilah yang menjadi dasar penerbitan sertifikat halal oleh BPJPH. “Saat ini sudah ada beberapa lembaga yang mengajukan diri untuk mendirikan LPH, bahkan LPPOM MUI juga sudah siap menjadi LPH sesuai dengan UU No. 33/2014 tentang JPH.

Melihat substansi tersebut, Unida Gontor yang merupakan lembaga yang selama ini menjadi parameter pengkajian dalam membangun peradaban islam memiliki peluang besar untuk ikut berperan aktif dalam mendukung produk yang terjamin kehalalannya ditengah masyarakat. Unida sudah selayaknya memiliki Halal Center dan berupaya mewujudkan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Gontor karena memilik Fakultas Ilmu Kesehatan yang memiliki Laboratorium Terpadu baik Farmasi, Kimia, Biologi dan Gizi di mantingan

Unida Gontor yang memiliki fasilitas yang dipersyaratkan oleh Undang Undang dalam mendirikan LPH, dan dalam hal ini juga sudah selaras dengan tujuan pendidikan tinggi di Indonesia yang memiliki tiga tugas pokok yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian kegiatan civitas akademika dalam mengamalkan dan membudayakan Ilmu Pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Beberapa perguruan tinggi sudah banyak yang menaruh perhatian untuk mendirikan Halal Center dan LPH, misalnya Unair. Ketua Halal Center Universitas Airlangga (Unair), Mustofa Helmi Effendi, dalam release media mengatakan pihaknya sudah siap untuk bertransformasi menjadi LPH. Catatannya, mereka masih menunggu akreditasi dari BPJPH. “LPH ini menunggu akreditasi oleh BPJPH dan MUI.. LPH mereka siap melakukan pemeriksaan pada produk-produk yang mengajukan sertifikasi halal. Unair memiliki empat auditor halal. Tiga orang dilatih oleh BPJPH, sementara sisanya dilatih oleh LP POM MUI. Unair bekerja sama dengan laboratorium milik fakultas farmasi dan Institute of Tropical Disease yang berskala internasional. Universitas di luar negeri yang telah mengembangkan Halal Center diantaranya Universitas Chulalongkorn Thailand dan juga Universitas Putera Malaysia yang memiliki Halal Product research Institute.

Terwujudnya pusat kajian halal atau Halal Center dan LPH di Unida Gontor memerlukan dukungan dari semua stakeholder di Gontor. Adanya Laboratorium Terpadu dari Farmasi dan Gizi di Mantingan merupakan langkah awal untuk merealisasikan itu semua dan juga persyaratan SDM Auditor Halal yang terdiri dari Auditor Farmasi, Auditor Kimia, Auditor Pangan/Gizi serta Auditor Biologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *