APA SIH PENTINGNYA LABORATORIUM BAGI MAHASISWA FARMASI?

No Comments on APA SIH PENTINGNYA LABORATORIUM BAGI MAHASISWA FARMASI?

Laboratorium merupakan salah satu fasilitas yang sangat penting dalam dunia farmasi. Bukan farmasi apabila tidak bersahabat dengan laboratorium. Laboratorium merupakan jiwanya farmasi. Dan praktikum merupakan aktualisasi bahwa laboratorium sangatlah penting bagi farmasi. Karena di laboratoriumlah ide-ide tentang pengembangan obat maupun penemuan terkait obat baru dapat muncul. Proses kegiatan praktikum di dalam lab merupakan yang sangat penting karena apabila prosesnya baik maka akan menghasilkan output yang baik pula. Bukan masalah inputnya baik atau tidak namun lebih terkait pada bagaimana proses yang terjadi.

Proses bisnis yang terjadi dalam laboratorium farmasi berupa praktikum dan penelitian yang merupakan pengembangan dari tridarma Perguruan Tinggi. Proses bisnis yang berupa praktikum dan penelitian tersebut harus mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Adapun empat parameter utama yaitu:

  1. Keterampilan Kerja
  2. Cakupan keilmuan/pengetahuan, dan
  3. Metode dan tingkat kemampuan dalam mengaplikasiakn keilmuan/pengetahuan tersebut

Proses yang berbasis KKNI ini akan memicu pada Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Sedangkan CPMK akan terlihat baik apabila Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) terindikasi baik dalam indikator peran, prestasi, perilaku, dan seberapa bermaknanya pada masyarakat.  Outcomes atau CPL dari lulusan farmasi berupa knowledge (kognitif) dan skill-practice yang didapat dari praktikum di laboratorium. Maka, disinilah peran laboratorium yang sangat signifikan bagi lulusan farmasi nantinya.

Praktikum merupakan rencana pembelajaran yang berorientasi terhadap aspek sikap, keterampilan dan aplikasi pengetahuan. Dengan proses tersebut, maka dapat menghasilkan lulusan siap dan mampu bekerja. Proses praktikum ini tidak lepas dari proses pembelajaran mata kuliah di ruang kelas. Dari praktikum dapat mengetahui sejauh mana skill dari mahasiswa farmasi. Begitupun praktikum harus ada penunjangnya seperti laboratorium, dosen, laboran dan juga asisten praktikum menjadi bagian-bagian penting dalam terlaksananya praktikum.

Manajemen dalam praktikum juga perlu diperhatikan agar dapat mengasah bukan hanya skill namun juga karakter mahasiswa agar lebih terbentuk. Seperti dari proses persiapan alat-alat untuk praktikum, pelaksanaan praktikum hingga evaluasi yang dapat dilakukan dalam bentuk responsi tulis maupun OSCE. Selain itu, perlu juga adanya pengolahan limbah karena melihat praktikum farmasi sangat luas dan banyak yang menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya, maka harus ada penanganan khusus terkait limbah.

Penilaian terhadap laboratorium farmasi hanya mencakup terpenuhinya alat dan terawat tidaknya. Bukan terkait jumlah atau lengkapnya suatu alat namun terkait bagaimana penggunaan alat-alat tersebut, perawatannya serta rasio perbandingan alat dan jumlah mahasiswa memadai atau tidak. Adapun rasio antara laboran dan jumlah praktikan adalah 1:30 jadi, setiap 1 (satu) laboran mengampu 30 (tiga puluh) praktikan. Tiada kata terlambat untuk suatu permulaan yang baik.

(Anggun Mahirotun,S.Farm., Ed.saf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *