PERWAKILAN DOSEN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIDA GONTOR MENGIKUTI SEMINAR ICEAS DI MADIUN

No Comments on PERWAKILAN DOSEN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIDA GONTOR MENGIKUTI SEMINAR ICEAS DI MADIUN


Suasana pembukaan ICEAS

Prodi Farmasi UNIDA Gontor, PHARMA News – Tugas utama seorang dosen yaitu menjalankan tri dharma perguruan tinggi yaitu penelitian, pengabdian, dan pengajaran. Penelitian tidak akan memberikan manfaat maksimal jika tidak dipublikasikan. Mengingat publikasi sekarang menjadi salah satu luaran yang paling diminati sehingga mendorong empat perwakilan dosen http://fik.unida.gontor.ac.id (FIK UNIDA Gontor), Amal Faholah S.Si, M. Si. Apt., Nurul Marfu’ah, S.Si, M.Si, Nadia Mira Kusumaningtyas, S.Si., M.Sc., Amilia Yuni Damayanti, S. Gz, M.Gizi mengikuti acara Seminar Internasional ICEAS yang memberikan kesempatan untuk publikasi dalam proceeding  terindeks scopus (call for paper). ICEAS (The 1st Internasional Conferences on Engineering and Applied Sciences 2019) merupakan seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) dengan tema “Development of Engineering and Science Toward Revolution 4.0”.


Perwakilan dosen FIK UNIDA Gontor mengikuti ICEAS

ICEAS dibuka oleh rektor UNIPMA (DR.  H. Praji, M.Pd) yang dilanjutkan materi oleh empat keynote speaker Assoc. Prof. Dr. Muzammil Bin Jusoh (Universiti Malaysia Perlis, Malaysia), Assoc. Prof. Dr. Varaporn Tanrattanakul (Prince of Songkla University, Thailand), Dr. Alva Edy Tontowi (Universitas Gajah Mada, Indonesia), dan Ir. Agung Sedaju, M.T. (PT INKA Madiun, Indonesia). Tidak hanya menjelaskan tentang hubungan bidang teknik dan ilmu pengetahuan terhadap revolusi 4.0 tetapi mereka juga sharing pengalaman untuk menulis jurnal supaya bisa dipublikasikan di scopus dan memberikan motivasi kepada para peserta yang sebagian besar berprofesi sebagai dosen. Assoc. Prof. Dr. Varaporn Tanrattanakul mengatakan “Seorang dosen itu harus pantang menyerah, jika publikasi di tolak harus banyak mencoba lagi. Bahkan kalau satu jurnal diterima mungkin bahagianya hanya 1 menit, menit selanjutnya sudah harus memikirkan topik penelitian apalagi yang harus dipublikasikan. Publikasi harus memiliki hasil yang baik, tujuan yang jelas, penjelasan yang sistematik, dan menunjukannya kebaruan dari penelitian tersebut supaya bisa diterima di jurnal terindeks scopus.”
(Nadia Mira Kusumaningtyas, S.Si., M.Sc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *