MEMAKSA MAKAN SAAT SAKIT TIDAK MENJAMIN KESEMBUHAN

No Comments on MEMAKSA MAKAN SAAT SAKIT TIDAK MENJAMIN KESEMBUHAN

“Janganlah kalian memaksa orang yang sedang sakit di antara kalian untuk makan dan minum, karena Allah-lah yang memberi mereka makan dan minum.” (HR Ibnu Majah)

image from google

Biasanya, orang yang melayani si sakit memaksa ia untuk makan. Mereka menyangka bahwa hal itu dapat menguatkan kesehatan dan berperan dalam kesembuhan. Padahal, tidak seperti itu kenyataannya. Dalam dunia pengobatan modern telah terbukti bahwa sebagian besar penyakit disertai dengan berkurangnya selera makan. Memaksa orang sakit untuk makan malah membuatnya tidak bisa mengambil manfaat dari makanan tersebut. Tentunya hal itu justru menjadikan kondisi si sakit semakin buruk.

            Contoh penanganan yang benar terhadap orang sakit dalam masalah makan dan minum adalah memberinya sesuai proporsi yang bisa ia cerna. Proporsi makanan disini berkaitan erat dengan kadar efektivitas alat pencernaan dan kemampuannya untuk bekerja. Maka dari itu, dianjurkan agar proporsi makanan tersebut sedikit dan disesuaikan dengan selera serta keinginan si sakit. Selain itu, jenis makanannya harus yang mudah di cerna dan diserap. Dengan kata lain, makanan itu dapat diambil manfaatnya dengan aktivitas alat pencernaan yang paling ringan. Hal ini juga berlaku dalam hal minuman.

            Adapun sabda beliau : ‘fa innallâha yuthimuhum wa yasqîhim’ (karena Allah-lah yang memberi mereka makan dan minum). Tidak bermakna bahwa Allah menurunkan makanan dan minuman kepada orang yang sakit agar ia memakannya. Ternyata, ini merupakan rahasia Ilahi yang baru berhasil disingkap oleh ilmu pengetahuan modern. Yaitu, orang yang sakit memperoleh energi dari sumber-sumber dalam tubuh. Sumber-sumber yang dimaksud adalah sebagai berikut :

  • Tubuh memanfaatkan glikogen yang tersimpan di dalam hati dan otot-otot. Sumber ini sangat cepat habis. Maka dari itu, bila sakit terus berlanjut tubuh akan mengambil sumber makanan yang lain.
  • Memproduksi glukosa dari sumber-sumber lemak dan protein. Protein akan terurai menjadi asam amino, dna lemak terurai menjadi asam lemak. Dampaknya, lemak akan berkurang dan otot-otot mengisut ketika sakit. Itulah sebabnya orang sakit terlihat kurus.  Tapi, ketika selera makan si sakit tadi kembali seperti sebelum sakit,tubuh akan kembali seperti semula dan menyimpan makanan dalam bentuk lemak dan protein. Sehingga bagian bawah kulit terisi dengan lemak dan otot-otot pun berkembang.

Hilang atau berkurangnya selera makan termasuk salah satu tanda sakit. Jika selera makan muncul kembali, sebagaimana kondisi normal kita. Maka itu salah satu tanda kesembuhannya.

(Binti Sholihatin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *