STB BATARA JATIM: PERAN APOTEKER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

No Comments on STB BATARA JATIM: PERAN APOTEKER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

Dilansir pada pukul 10.00 tanggal 28 september 2019 bertempat di Villa Kopii Desa Rayap, Rembangan Kabupaten Jember, ISMAFARSI Batara Jatim yang menaungi seluruh mahasiswa farmasi wilayah timur menggandeng PMI kab jember, BPBD Jember, dan warga dalam agenda perdana Sekolah tanggap bencana di bawah naungan staf pengabdian masyarakat.

STB perdana ini diawali dengan pemberian materi sekaligus praktik pertolongan pertama terhadap bencana. Seperti yang di paparkan bapak Hidayatullah selaku pemateri dari PMI kab Jember “pertolongan pertama bukan hanya seberapa cepat kita menangani, tapi seberapa sigap dan pahamnya kita dalam menangani. Karena pertolongan pertama merupakan hal yg penting dalam penyelamatan jiwa korban, dimana step yang dilakukan harus tepat dan cepat serta sesuai dengan prosedur hingga penyampaian laporan kepada pihak medis”, disini para peserta STB dipahamkan dengan pemahaman secara praktik atau simulasi sederhana pertolongn pertama, seperti pemeriksaan dini, fisik, riwayat penderita hingga pelaporan. Pemeriksaan dini seperti pemeriksaan jalan nafas dilnjutkan CPR serta penanganan fraktur pun di sosialisasikan dengan baik. Para peserta dibuat interest karena sosialisasi yang dilakukan dengan interaktif membuat para peserta secara aktif mengikuti praktik secara langsung. Dari materi ini bapak Agus memberikan kesimpulan sebagi penutup “sebagai mahasiswa medis, jiwa sosial dan kepedulian serta ketanggapan sangan diperlukan. Pertolongan pertama itu penting dan tidak boleh gegabah, selalu minta bantuan agar keadaan terkit korban dapat diselesaikan. Karna keselamatan korban merupakan tanggungjawb kita bersama “

Setelah materi pertama dan kedua selesai, kemudian dilanjutkan materi yang ketiga yaitu Formulasi jamu dan teknik pembuatannya yang di sampaikan oleh kak Firza selaku alumni Universitas Jember. Jamu merupakan salah satu warisan leluhur indonesia. Jamu identik dengan tanaman namun bukan hanya itu jamu juga berasal dari hewan dan mineral. Kebanyakan masyarakat Indonesia memahami bahwasanya jamu itu aman. Jamu dikatakan aman jika memperhatikan ketepatan bahan, ketepatan waktu, ketepatan waktu penggunaan, dan ketepatan sediaan penggunaan.

Setelah semua materi tersampaikan kemudian dilanjutkan dengan pembuatan jamu yang berasal dari jahe dengan perbandingan jahe dan gula 1:2.

(Anastia Rahmatannisa, Inesya Yesinta)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *