Bahaya “Malas dan Sombong” dalam Agama Islam

No Comments on Bahaya “Malas dan Sombong” dalam Agama Islam

Dalam bahasa Arab malas disebut dengan al-kaslu yang berarti berat untuk mengerjakan sesuatu dan berhenti dari melengkapi sesuatu.Barangsiapa yang memperhatikan nash-nash syar’i dalam masalah ini, niscaya dia akan mendapati bahwa agama Islam adalah agama yang melarang sifat malas.Berikut doa agar terhindar dari sifat malas:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa lemah dan malas, dari rasa takut, tua, dan bakhil. Dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan fitnah hidup dan kematian.”

Menurut Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Adapun malas maka akan melahirkan sifat menyia-nyiakan waktu, berlebihan, tidak mendapat apa pun, dan penyesalan yang sangat parah. Maka hal itu akan menafikan sifat keinginan dan kekuatan yang keduanya merupakan buah dari ilmu. Sesungguhnya apabila seseorang mengetahui bahwa kesempurnaan dan kenikmatannya pada sesuatu tentu akan mencarinya dengan usaha dan keinginan yang kuat. Karena setiap orang akan selalu berusaha untuk menggapai  kesempurnaan diri dan kelezatannya. Akan tetapi, kebanyakan mareka salah dalam menempuh jalan karena tidak adanya ilmu.Malas adalah sifat dasar orang-orang munafik.Berikut contoh ayat al-quran mengenai malas:

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya [dengan shalat] di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (QS. An-Nisâ’ [4]: 142)”

Ada dua macam sifat malas yaitu:Pertama,Malasnya akal, tidak memakainya untuk berpikir dan merenungi ciptaan Allah ‘Azza wa Jalla atau bisa juga tidak menggunakan akal untuk sesuatu yang memperbaiki dirinya, berupa dunia dan kehidupannya.Tidaklah kemunduran sebuah kaum kecuali karena sebab malasnya orang-orang yang berakal dan sedikitnya orang yang mau memanfaatkan kekuatan pikiran pemberian Allah ‘Azza wa Jalla ini.Kedua,Malasnya badan. Yaitu mencakup seluruh anggota badan. Malas ini akan membawa kemunduran individu. Berpengaruh pada keadaan suatu kaum dalam bidang pertanian, industri, dan selain keduanya.Di antara manusia ada yang terbiasa untuk berjiwa malas. Jiwanya condong untuk menunda-nunda sebuah urusan. Tidak ada semangat untuk  mencapai perkara yang sempurna. Hidupnya habis untuk bermalas-malasan, jalan di tempat, dan tidak maju-maju. Allahul Musta’an.

Banyak tidur membuat hati menjadi kotor.  Jiwanya akan merasa malas, tidak punya semangat untuk berbuat kebaikan dalam memanfaatkan waktunya. Waktunya habis di atas kasur, tercegah dari kebaikan yang banyak. Bahkan tidak mustahil perkara yang Allah Jalla jalaluh wajibkan seperti shalat jadi terlalaikan, bahkan juga menjadi sebab percekcokan dalam rumah tangga!!. Panjang angan-angan dan sering menunda-nunda Ini adalah problem besar yang sering menghambat dalam pemanfaatan waktu. Oleh karena itu, Allah Jalla Jalaluhu mengancam dengan ancaman yang keras bagi orang yang sering menunda-nunda dan berangan-angan. Angan-angan kosong akan membawa rasa malas dari beramal. Menjadikan diri terbuai dalam lamunan, hingga waktunya banyak terbuang dan sia-sia. Karena sering berangan-angan kosong akhirnya dia akan sering menunda-nunda pekerjaan yang ingin ia kerjakan. Jadilah umur dan waktunya habis tanpa meraih tujuan yang ia citakan.



Sombong dalam agama Islam

bersikap sombong dilarangan dalam ajaran islam dan Al Quran. Sifat sombong dalam Islam  adalah sikap yang tentunya diharamkan dan tidak sama sekali dicontohkan oleh Rasulullah S.AW. Di dalam Al-Quran terdapat beberapa contoh bentuk atau perilaku yang dapat dikatakan mengarah pada kesombongan. Hal ini tentu dilarang untuk diterapkan bagi setiap muslim karena dapat mengantarkan manusia kepada sikap yang dibenci Allah SWT.Larangan bersikap angkuh,Sikap membanggakan diri pun juga dilarang oleh Allah karena jika berlebihan, manusia tidak akan bisa mengevaluasi diri dan senantiasa menganggap dirinyalah yang benar. Sikap-sikap seperti inilah tentunya yang didukung oleh setan.Berikut ayat larangan bersikap angkuh

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri” ( QS Luqman : 108 )

Berikut ayat larangan membanggakan diri dan terlalu gembira:

“(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al Hadid : 23)

Sikap terlalu bergembira dan membanggakan diri dapat membawa seseorang kepada sikap sombong dan angkuh. Sebagaimana perintah Allah, jika manusia diberikan kegembiraan dan rezeki yang banyak maka manusia wajib bersyukur dan meminta kepada Allah agar dijaga dari rezeki yang haram.

Berikut ayat tentang Orang yang tidak sombong selalu percaya kepada ayat-ayat Allah:

“Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.” (QS Assajjadah  : 15)

Sejatinya orang-orang yang percaya kepada ayat-ayat Allah bukanlah orang yang sombong.Orang-orang yang percaya kepada Allah senantiasa bersujud dan menyadari akan Tuhannya sehingga tidak ada hal yang harus mereka sombongkan, banggakan berlebihan, atau dijadikan sebagai alat untuk membuat dirinya angkuh dan sombong.

(Dhika (Prodi Manajemen UNIDA gontor) Ed, Fitria)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *