Sejarah Singkat Diwajibkannya Puasa Bulan Ramadhan

No Comments on Sejarah Singkat Diwajibkannya Puasa Bulan Ramadhan

Puasa pada Bulan Ramadhan merupakan salah satu ritual keagamaan umat islam yang senantiasa ditunaikan pada bulan ramadhan, oleh seluruh umat manusia di dunia. Umat seluruh dunia, telah menyiapkan dirinya untuk melaksanakan puasa pada bulan tersebut beberapa bulan sebelum datangnya bulan itu. Cara menyambutnya pun berbeda-beda, ada yang dengan menyiapkan gedung yang akan diajadiakn untuk berpuasa ramadhan, makanan yang disiapkan untuk berbuka selama ramadhan, ada yang menyiapkan dengan latihan berpuasa sebelum datangnya bulan dan masih banyak lagi, spirit yang ditonjolkan untuk menyambut kedatanagn bulan suci ini. Namun, Makalah yang singkat ini tidak membahas tentang persiapan apa yang harus dilakukan oleh seseorang untuk menyambut ramadhan, akan tetapi yang akan dipaparkan lebih mendalam dari pada itu, yaitu sejarah singkat ketika Puasa Bulan Ramadhan diwajibkan.  

Allah swt mewajibkan sholat kepada Rasulullah saw di Makkah al Mukarromah, Pada awalnya Rasulullah saw mendirikan sholat pada awal siang dan akhirnya, kemudian beliau mendirikan sholat dua rakaat padal awal siang dan dua rakaat pada akhir siang. Sampai beliau melakukan perjalana ke langit, maka diwajibkanlah lima waktu sholat yang saat ini lakasanakan oleh umat islam di seluruh dunia. Maka datanglah Jibril a.s dan mengajarkan beliau saw tentang tata cara sholat, kemudia beliau melaksanakan sholat satu waktu dan selepas itu beliau hijrah ke Madina dengan para sahbat. Ketika tiba di Madinah, mereka ingin mendirikan sholat dengan berjamaah. Dan mereka semua berdiskusi tentang tatacara sholat lima waktu? Dan bagaimana mereka harus memanggil orang untuk menunaikan sholat. Kemudian Rasulullah saw berdiskusi tentang hal tersebat dengan para sahabatnya.

Dan ketika mereka bermusyawarah, setiap orang diantara mereka memperlihatkan masing-masing ide atau pandangan mereka, diantara mereka berpendapat: Kita menyalakan api ketika tiba waktu sholat, maka ketika dilihat oleh orang-orang, mereka datang dan kemudian menunaikan sholat. Dan diantara mereka berpendapat: Kita membuat lonceng seperti agama nasrani, dan ketika datang waktu sholat, kita pukul loncengnya dan kemudian orang-orang berkumpul untuk menunaikan sholat. Sampai saatnya ketika mereka hampir membuat lonceng tersebut, Abdullah bin Zaid r.a mengutarakan pendapatnya agar diadakan adzan, dan kemudian dia datang dan mengabarkan kepada Nabi Muhammad saw, selain itu Umar r.a juga memiliki pandangan yang sama, Maka setelah itu Rasulullah saw memerintahkan mereka untuk mengumandangkan adzan. Dan mereka pun mengumandangkan adzan atau menyeru orang-orang untuk melaksanakan sholat.

Dalam kaitannya dengan puasa, Mu’adz bin Jaba r.a berkata: (Sesungguhnya Rasulallah saw ketika berada di Madinah, beliau berpuasa tiga hari pada tiap bulannya, Kemudian beliau berpuasa 17 bulan yang dimulai pada bulan Rabiul Awwal, sampai pada bulan Ramadhan, yaiut dengan berpuasa tiga hari dalam setiap bulannya. Dan ketika beliau hijrah, yang pada waktu itu puasa ramadhan belum diwajibkan, akan tetapi beliau saw sedang dalam keadaan berpuasa, dan sebelum itu beliau berpuasa sebagian bulan ketika beliau berada di Makkah al Mukarromah, dan beliua berpuasa ‘Asyuro di Makkah. Dan ketika beliau sudah berkunjung ke Madinah, para sahabat dan beliau berpuasa pada hari ‘Asyuro.

Dan dikatakan disini bahwa Rasulullah saw berpuasa puasa ‘Asyuro, karena memang diwajibkan oleh pada saat itu puasa ‘Asyuro yaitu pada tahun kedua hijrah. Oleh karenanya, ketika waktu berpuasa ‘Asyuro telah datang, Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang berpuasa pagi ini, hendaklah ia menyempurnakan puasanya, dan barangsiapa yang tidak berpuasa, hendaklah ia berpuasa. Dan pada tahun yang sama diwajibkanlah puasa Ramadhan, dengan kata lain bahwa puasa ‘Asyuro diganti atau dihapus dengan puasa adanya Ramadhan. Dengan begitu turunlah ayat tentang kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan, yaitu:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agarkamu bertakwa.” (Q.S al Baqarah:183).

Sampai ayat yang berbunyi: “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. (Q.S al Baqarah: 184). Kemudian dikatakan bahwa barangsiapa hendak berpuasa hendaklah ia berpuasa dan barangsiapa yang hendak memberikan makan 60 orang miskin maka dibolehkan, beginilah kondisi puasa ramadhan kala itu.

Setelah diwajibkannya puasa ramadhan maka terhapuslah puasa ‘Asyuro, dan Rasulullah saw menjadikan puasa ‘Asyuro menjadi puasa Sunnah. Setelah itu. Dan Rasulullah saw berpuasa pada Bulan Ramadhan semenjak diwajibkan pada tahun kedua hijrah sampai akhirnya Nabi saw wafat pada bulan Rabiul Awwal pada tahun ke 11 hijrahnya. Sehingga Rasululllah saw sempat menjalankan puasa ramadhan selama sembilan tahun lamanya.

Sumber: Syarhu Kitab al Jami’ Li Ahkam As shiyam wa A’amal Ramadhan, Syaikh Ath Thobib Ahmad Hathibah.

Edit By: Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *