IKTIKAF DIRUMAH SAAT MASA PANDEMI?

No Comments on IKTIKAF DIRUMAH SAAT MASA PANDEMI?

iktikaf

Iktikaf secara Bahasa berarti menetapi dan tidak meninggalkan. Sedangkan iktikaf secara istilah syar’i adalah menetap di dalam masjid, dilakukan oleh orang tertentu, dan dengan niat yang khusus.  Namun pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir di Indonesia. Sehingga, keadaan ini mengharuskan kaum muslimin untuk tetap berada di rumah dan meniadakan berkumpul di masjid untuk beriktikaf.

Tujuan tidak diperbolehkannya berkumpul di masjid atau iktikaf dimasjid dikarenakan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19, didukung dengan beberapa kota besar di Indonesia telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Diantara rukun dan syarat iktikaf yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

1. Harus memenuhi tiga syarat

Ketiga syarat tersebut adalah beragama islam, berakal, dan bersih dari hadats besar (yaitu junub, haidh, dan nifas).

Sedangkan yang masih sah iktikafnya adalah anak kecil yang sudah tamyiz serta wanita yang sudah menikah dan diizinkan suaminya.

2. Masjid

Baik untuk laki-laki maupun perempuan iktikaf dilaksanakan di masjid, sebagaimana yang terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 187:

وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ…

“(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam masjid” (QS. Al-Baqarah: 187).

Iktikaf ini dapat dilakukan di setiap masjid. Masjid jami’ yang didirikan shalat jum’at di dalamnya lebih utama dan afdal karena Rasulullah SAW melakukan iktikaf di masjid jami’.

3. Niat

Berniat sebelum iktikaf hukumnya wajib, yaitu berniat menetap di masjid selama waktu tertentu untuk beribadah.

4. Menetap di masjid

Ketika beriktikaf maka harus menetap di masjid selama waktu tertentu yang disebut diam secara ‘urf (menurut kebiasaan). Jika hanya lewat dari satu pintu menuju pintu lainnya tidak dapat disebut sebagai iktikaf. Diamnya didalam masjid  tidak harus satu malam penuh. Akan tetapi, disunnahkan untuk melakukan iktikaf selama sehari.

Bagaimana iktikaf saat masa pandemi seperti sekarang ini ?

iktikaf dirumah

Jika kita melihat pengertian iktikaf diatas maka iktikaf harus dilaksanakan di masjid, tidak bisa di rumah, meskipun terdapat mushola di dalam rumah. Berdiam di mushola rumah tidak dapat disebut sebagai iktikaf.

Sebagai gantinya pada masa pandemic ini, maka perbanyaklah ibadah dirumah (membaca Al-Qur’an , mengkaji tafsirnya, berdzikir, perbanyak shalat Sunnah, dll), termasuk juga pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat.” (HR. Bukhari, no. 2996)

Dari hadits itu, Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah mengatakan,

وَهُوَ فِي حَقّ مَنْ كَانَ يَعْمَل طَاعَة فَمَنَعَ مِنْهَا وَكَانَتْ نِيَّته لَوْلَا الْمَانِع أَنْ يَدُوم عَلَيْهَا

“Hadits di atas berlaku untuk orang yang ingin melakukan ketaatan lantas terhalang dari melakukannya. Padahal ia sudah punya niatan kalau tidak ada yang menghalangi, amalan tersebut akan dijaga rutin.” (Fath Al-Bari, 6:136).

Semoga kita tetap mendapatkan pahala iktikaf karena pandemi ini jadi uzur yang  membuat kita hanya dapat beribadah  di rumah.

Dikutip dari Abduh, Muhammad. 2020. Ramadhan dan HariRaya Saat Pandemi Corona.Rumaysho : Yogyakarta

 (saf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *