Malam Lailatul Qadar Masih Bisa Diraih Walau di Rumah

No Comments on Malam Lailatul Qadar Masih Bisa Diraih Walau di Rumah

Lailatul Qadar

Dalam sejumlah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umat islam memperbanyak ibadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, karena di antara satu malam dari sepuluh hari tersebut terdapat satu yang istimewa.

Para ulama salaf berpendapat bahwa setiap umat muslim yang diterima amalannya di malam tersebut maka akan mendapatkan keutamaan dari malam Lailatul Qadar.

Keutamaan malam Lailatul Qadr yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam serial kultum di YouTube Channelnya yang bertajuk “Rahasia Lailatul Qadr” terdiri dari:

1. Pahala yang di dapat sama dengan seribu bulan

Orang yang beribadah di malam Lailatul Qadar akan mendapatkan pahala yang sama dengan seribu bulan. “jika dikonversi dalam hitungan kita setidaknya (seribu bulan) ada 83 tahun. Sehingga, nilai satu malam itu kurang lebih 83 tahun. (coba) anda bayangkan,” jelas Ustadz Adi Hidayat.

2. Banyak Pahala yang di dapat jika mendapatkan malam Lailatul Qadar

Ustadz Adi Hidayat memberikan contoh apabila seorang muslim sholat, maka sholatnya akan bernilai 83 tahun. Dan apabila membaca Al-Qur’an, meskipun hanya satu huruf saja semisal “Nun”, kemudian dia tertidur karena mengantuk, maka orang tersebut membaca “nun” selama 83 tahun tanpa henti.

3. Diampuni dosanya yang telah lampau

Ketika bertaubat pada malam Lailatul Qadar maka Allah akan menggugurkan dosa-dosanya, sehingga tidak terdapat dosa sama sekali, dan kemudian dia membaca Laa ilaaha illallah.

4. Semua malaikat turun ke bumi, termasuk Jibril

Meskipun Jibril tugasnya sudah selesai yaitu menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad dan Nabi Muhammad telah wafat, namun Jibril tetap ikut turun ke bumi setahun sekali karena keagunagan Al-Qur’an dan keagungan malam Al-Qur’an itu. Malaikat Jibril turun ke bumi untuk menyapa hamba-hamba yang beribadah.

5. Malam yang Tenang

“Para ulama tafsir menyebutkan bumi seakan-akan sesak oleh para malaikat, sehingga suasananya menjadi teduh dan nikmat. Peristiwa tersebut hanya akan terjadi hingga fajar tiba” jelas Ustadz Adi Hidayat.

Dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif (hlm.341) Ibnu Rajab menasihatkan, “Wahai saudaraku … Yang terpenting bagaimana membuat amalan itu diterima, bukan kita bergantung pada kerja keras kita. Yang jadi patokan adalah pada baiknya hati, bukan usaha keras badan. Betapa banyak orang yang begadang untuk shalat malam, tetapi tak mendapatkan rahmat. Bahkan mungkin orang yang tidur yang mendapatkan rahmat tersebut. Orang yang tertidur hatinya dalam keadaan hidup karena berdzikir kepada Allah. Sedangkan orang yang begadang shalat malam, hatinya yang malah dalam keadaan fajir (berbuat maksiat pada Allah).”

Sehingga dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa malam Lailatul Qadar tidak disyaratkan iktikaf di masjid. Orang yang beribadah di rumah pun masih bisa mendapatkan Lailatul Qadar.

Perlukah kita begadang semalam suntuk untuk mendapatkan Lailatul Qadar?

Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

Menghidupkan malam Lailatul Qadar berarti menghidupkan mayoritas malam dengan ibadah dan tidak harus seluruh malam. Beberapa ulama mengatakan bahwa menghidupkannya bisa hanya sesaat. Sebagaimana yang dinukil oleh Imam Asy-Syafi’I dalam Al-Umm dari sekelompok ulama Madinah dan dinukil pula hingga pada Ibnu ‘Abbas disebutkan,

“Menghidupkan lailatul qadar bisa dengan melaksanakan shalat Isya’ berjamaah dan bertekad untuk melaksanakan shalat Shubuh secara berjamaah.”

Dikatakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnul Musayyib menyatakan,

“Siapa yang menghadiri shalat berjama’ah pada malam lailatul qadar, maka ia telah mengambil bagian dari menghidupkan malam lailatul qadar tersebut.”

Dalam perkataan Imam Syafii yang qadim (yang lama) disebutkan,

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya’ dan shalat Shubuh pada malam lailatul qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.” Semua perkataan di atas diambil dari Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 329.

Apa yang dikatakan oleh Imam Syafii dan ulama lainnya di atas sejalan dengan hadits dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim, no. 656 dan Tirmidzi, no. 221).

Sehingga, pelajaran yang dapat kita ambil untuk meraih malam Lailatul Qadar adalah dapat kita lakukan dengan memperbanyak ibadah di rumah, dan untuk mendapatkannya, tidak disyaratkan harus begadang semalam suntuk. Wallahu a’lam bi showab.

Dikutip dari Abduh, Muhammad. 2020. Ramadhan dan HariRaya Saat Pandemi Corona.Rumaysho : Yogyakarta

(saf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *