Bahaya dan Manfaat Telur Setengah Matang

No Comments on Bahaya dan Manfaat Telur Setengah Matang

Telur stengah matang

Bagi orang yang pernah mengonsumsi telur, beranggapan bahwa telur ini memberikan rasa yang sangat lezat dan memberikan nutrisi. Kandungan nutrisi pada telur segar terdapat nutrisi seperti vitamin A, folat, vitamin B5, B12, B2, fosfor, dan selenium. Dalam jumlah yang lebih sedikit, Anda juga dapat menemukan vitamin D, E, K, B6, kalsium, dan zinc di dalam sebutir telur. Telur juga mengandung kalori dan lemak baik yang berguna bagi kesehatan.

Memasak telur dengan suhu tinggi dapat mengurangi kandungan nutrisi dalam telur seperti vitamin A, vitamin B5, fosfor dan potasium. Namun mengonsumsi telur setengah matang yang mengandung kaloin sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja otak dan sangat berperan dalam menyehatkan fungsi jantung. Telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin, kedua jenis antioksidan ini dapat melawan berbagai penyakit mata yang berhubungan dengan degenerasi sel akibat penuaan.

Protein yang di dapat dengan mengkonsumsi telur sangatlah banyak, 90% diantaranya dapat diserap oleh tubuh. Namun, hanya 50% yang dapat di serap oleh tubuh jika kita mengonsumsi dalam kondisi mentah. Pada telur setengah matang sangat di mungkinkan mengandung bakteri salmonella. Bakteri salmonella merupakan bakteri yang biasanya terdapat di cangkang ayam, terutama bila ada kotoran unggas yang menempel di atasnya. Bakteri ini juga mungkin terdapat pada putih telur yang terbentuk sebelum cangkang telur terbentuk.

Bagi beberapa orang dapat terinfeksi bakteri salmonella seperti bayi, anak-anak, usia lanjut, penderita HIV/AIDS dan diabetes. Berikut gejala-gejala yang mungkin akan dialami, seperti diare, muntah, demam dan keram perut. Gejala ini dapat muncul 6 jam hingga 4 hari setelah mengonsumsi telur setengah matang.

Namun kita masih tetep bisa mengonsumsi telur setengah matang, asalkan dengan cara yang tepat pula. Dengan memastikan telur tersebut telah di pasteurisasi sebelumnya.

Sumber:
Marwanti, 2010. Keamanan Pangan dan Penyelenggaraan Pangan. Universitas Negeri Yogyakarta.
Saksono, L. 2007. Pengantar Sanitasi Makanan. Penerbit Alumni. Bandung.
Syamsir, E. 2010. Keamanan Mikrobiologi Telur. Jurnal IPB

(Aila Annafi’an Zaini)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *