WHAT IS CORONA VIRUS??

No Comments on WHAT IS CORONA VIRUS??

Corona virus adalah sekelompok virus yang memiliki materi genetik berupa RNA rantai tunggal yang menyebabkan penyakit pada mamalia dan burung serta beberapa dari jenisnya dapat menginfeksi manusia pula. Pada manusia dan burung, mereka menyebabkan infeksi saluran pernafasan dengan gejala ringan sampai yang membahayakan jiwa. Gejala ringan misalnya disebabkan oleh rhinovirus, sementara jenis yang lebih mematikan disebabkan oleh virus SARS, MERS, dan COVID-19. Perbedaannya, jika virus SARS menginfeksi tikus, virus MERS menginfeksi unta, dan virus COVID-19 menginfeksi kelelawar sebelum semua virus ini menginfeksi manusia. Pada sapi dan babi virus ini menyebabkan diare, sedangkan pada tikus menyebabkan hepatitis dan encephalomyelitis. Sampai saat ini belum ada vaksin atau obat antivirus untuk mencegah atau mengobati infeksi virus corona pada manusia.

Coronavirus merupakan subfamili Orthocoronavirinae, famili Coronaviridae, dan ordo Nidovirales. Corona virus berukuran besar, berbentuk bola dengan proyeksi permukaan bulat. Diameter rata-rata partikel virus adalah sekitar 125 nm.

Diameter envelope 85 nm dan panjang spike 20 nm. Envelope corona virus terdiri dari lapisan ganda lipid, di mana protein struktural membran (M), envelope (E) dan spike (S) berada. Spike permukaan virus korona adalah homotrimer dari protein S, yang terdiri dari subunit S1 dan S2. Protein S homotrimerik adalah protein fusi kelas I yang memediasi ikatan reseptor dan fusi membran antara virus dan sel inang. Subunit S1 membentuk kepala spike dan memiliki reseptor binding domain (RBD). Subunit S2 membentuk batang yang menancapkan spike dalam envelope virus dan pada aktivasi protease memungkinkan fusi. Protein E dan M penting dalam membentuk selubung virus dan mempertahankan bentuk strukturalnya. Di dalam envelope, terdapat nukleokapsid, yang terbentuk dari beberapa salinan protein nukleokapsid (N), yang terikat pada genom RNA untai tunggal. Selubung ganda lipid, protein membran, dan nukleokapsid melindungi virus saat berada di luar sel inang.

Ukuran genom virus corona berkisar antara 26 – 32 kb, salah satu yang terbesar di antara kelompok virus yang materi genetiknya berupa RNA. Genom memiliki ‘cap’ berupa metil pada ujung 5’ dan ‘tail’ berupa poliadenil di ujung 3’.   Organisasi genom untuk virus korona adalah 5′-leader-UTR-replicase (ORF1ab)-spike (S)-envelope (E)-membrane (M)-nucleocapsid (N)-3′UTR-poly(A)tail. Urutan basa RNA 1a dan 1b, yang menempati dua pertiga pertama genom, mengkodekan poliprotein replikase (pp1ab). Poliprotein replikase sendiri membelah untuk membentuk 16 protein nonstruktural (nsp1-nsp16).

Urutan basa RNA selanjutnya mengkodekan empat protein struktural utama yaitu spike, envelope, membran, dan nukleokapsid. Diselingi di antara bagian ini adalah bagian untuk mengkode sintesis protein aksesori. Jumlah protein aksesori dan fungsinya sangat unik tergantung pada jenis virus korona. Klasifikasi corona virus dibagi menjadi :

1.    Genus: Alphacoronavirus;

Spesies : Alphacoronavirus 1 (TGEV), Alphacoronavirus 1, Human coronavirus 229E, Human coronavirus NL63, Miniopterus bat coronavirus 1, Miniopterus bat coronavirus HKU8, Porcine epidemic diare virus, Rhinolophus bat coronavirus HKU2, Scotophilus bat coronavirus 512.

2.    Genus Betacoronavirus;

Spesies: Murine coronavirus (MHV), Betacoronavirus 1 (Bovine Coronavirus, Human Coronavirus OC43), Hedgehog Coronavirus 1, Human Coronavirus HKU1, Middle East Respiratory Syndrome Virus Corona, Murine Coronavirus, Pipistrellus Kelelawar Coronavirus HKU5, Rousettus Bat Coronavirus HKU9, Virus Corona Terkait Sindrom Pernafasan Akut Parah ( SARS-CoV, SARS-CoV-2), Tylonycteris kelelawar coronavirus HKU4.

3.    Genus Gammacoronavirus;

Spesies: Avian coronavirus (IBV), Avian coronavirus, Beluga whale coronavirus SW1.

4.    Genus Deltacoronavirus;

Spesies: Bulbul coronavirus HKU11, Bulbul coronavirus HKU11, Porcine coronavirus HKU15.

Genus alphacoronaviruses dan betacoronaviruses menginfeksi mamalia sedangkan genus gammacoronaviruses dan deltacoronaviruses menginfeksi burung. Wallohu a’lam.

(Nurul Marfu’ah, M.Si).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *