Hand Over of HMF “Ash-Shaydalah” Period 2019/2020

No Comments on Hand Over of HMF “Ash-Shaydalah” Period 2019/2020

Prodi Farmasi UNIDA Gontor, PHARMA News –  Program Studi Farmasi selain membekali mahasiswanya dalam bidang akademik, juga membekali mahasiswanya dengan bidang non akademik yang bertujuan untuk membentuk soft skill mahasiswa. Salah satu soft skill yang diperlukan mahasiswa adalah skill dalam berorganisasi. Oleh karena itu, Program Studi Farmasi memberikan wadah bagi mahasiswa untuk dapat berorganisasi melalui Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) “Ash-Shaydalah”.  Setiap tahunnya, HMF terus meregenerasi dengan melaksanakan serah terima jabatan. Serah terima jabatan periode 2019/2020 ke periode 2020/2021 dilaksanakan pada hari Sabtu. (13/09).

Serah terima jabatan ini di hadiri oleh segenap dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh mahasiswa Farmasi UNIDA Gontor. Sambutan pertama disampaikan oleh Hamzah Gita Sari selaku ketua HMF “Ash-Shaydalah” periode 2019/2020. “Untuk teman-teman seperjuangan selamat untuk berjuang di medan jihad selanjutnya,selamat atas terpilihnya kalian. Ini merupakan pengalihan tanggung jawab dan estafet perjuangan, dan tetap semangat!  Harapan untuk kepengurusan periode selanjutnya, semoga kepengurusan kalian lebih baik, apa yang baik dari periode kami silahkan diambil dan dikembangkan, semoga kebaikan terlimpahkan untuk HMF“Ash-Shaydalah”  dari segala arah, semoga kalian dapat mengemban amanah dengan baik” jelas Ketua HMF Periode 2019/2020.

Sambutan kedua disampaikan oleh Inesya Yesita Cendana selaku Ketua HMF Periode 2020/2021. “Semoga kepengurusan ini berjalan dengan baik. Ingat teman-teman, bahwa kebersamaan adalah kunci untuk meringankan segala urusan. Jabatan bukan sesuatu yang bisa dibanggakan, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab yang akan di pertanggungjawabkan di hari akhir nanti. Selain itu, waktu adalah teman terbaik untuk berproses menjadi baik dan semakin baik.” jelas Ketua HMF baru.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Dosen Program Studi Farmasi Rizky Awaluddin, S.Farm., M.Biomed. “Kita sebagai farmasis harus terus mengembangkan keilmuan. Ilmu bukan dilihat dari prestasi, IPK, melainkan dari seberapa besar ilmu itu dirasakan kebermanfaatannya untuk orang-orang disekitar kita. Ilmu itu berada dihati, disampaikan dari hati-kehati, maka bersihkanlah hati kalian dari dosa-dosa agar ilmu kalian bisa tersampaikan dengan baik. Terus belajar, terus mencari ilmu, dan terus berkarya karena ilmu tidak hanya diambil dari sisi akademis, ilmu itu diambil dari segala sisi yang Allah hadirkan dalam kehidupan kita” jelas dosen Farmasi UNIDA Gontor.

(ar, saf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *