Peran Fourier Transform Infrared (FT-IR) dalam Bidang Farmasi

No Comments on Peran Fourier Transform Infrared (FT-IR) dalam Bidang Farmasi

FTIR merupakan singkatan dari Fourier-transform Infrared Spectroscopy. Dalam Bahasa Indonesia, bisa juga disebut dengan Spektroskopi Inframerah Transformasi Fourier. FTIR adalah sebuah teknik untuk memperoleh spektrum inframerah dari penyerapan atau emisi zat padat, cair, atau gas. Secara sederhananya, prinsip kerja FTIR adalah untuk mengidentifikasi senyawa, mendeteksi gugus fungsi, dan menganalisis campuran dan sampel yang dianalisis.

Umumnya, FTIR lebih sering digunakan untuk mengidentifikasi senyawa organik, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Pada riset kuantitatif, FTIR dipakai untuk mengetahui konsentrasi analit dalam sampel. Sedangkan, FTIR pada riset kualitatif dimanfaatkan untuk mengidentifikasi gugus-gugus fungsional yang terkandung dalam suatu senyawa.

Spektroskopi mempelajari interaksi radiasi elektromagnetik dan unsur kimia, serta interaksi rangsangan elektronik, getaran molekul, atau orientasi putaran nuklir. Salah satu jenis spektroskopi adalah spektroskopi infra merah (IR) atau FTIR (Fourier Transform Infrared spectroscopy). Spektroskopi ini didasarkan pada vibrasi suatu molekul. Spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang mengamati interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah panjang gelombang pada bilangan gelombang 7.500 – 350 cm-1. 

Fourier Transform Infrared (FT – IR) spektrometri dikembangkan dalam rangka untuk mengatasi keterbatasan yang dihadapi dengan instrumen dispersif. Kesulitan utama dispersive IR adalah proses scanning yang lambat. Sebuah solusi dikembangkan menggunakan perangkat optik yang sangat sederhana, disebut interferometer. Interferometer menghasilkan jenis yang unik dari sinyal yang memiliki semua frekuensi inframerah “dikodekan” ke dalamnya. Sinyal dapat diukur dengan sangat cepat. Dengan demikian, waktu analisis per sampel direduksi menjadi hitungan beberapa detik.

Prinsip kerja FTIR banyak diterapkan di berbagai industri untuk memenuhi kebutuhan atau tujuan tertentu. Namun, umumnya FTIR digunakan di bidang farmasi, polimer & packaging, petrochemical, forensic, oil & gas, drug abuse, material research dan masih banyak bidang-bidang lainnya.

FTIR telah banyak mengalami evolusi. Seiring berjalannya waktu, FTIR mendapat berbagai macam upgrade untuk mempermudah peneliti dalam melakukan riset dan analisis sampel.

Salah satu bagian yang memegang peran penting dalam industri farmasi adalah bagian Riset dan Pengembangan (Research and Development). Bahan baku farmasi berkembang seiring dengan kebutuhan pengobatan saat ini, sehingga banyak penelitian yang dilakukan untuk sintesa bahan obat baru baik industri farmasi maupun akademisi. FT-IR digunakan sebagai penanda/fingerprint dari bahan obat yang diciptakan dan dapat digunakan selanjutnya sebagai referensi spektra pada saat bahan baku tersebut diproduksi dan dipasarkan secara umum.Selain itu juga, FT-IR dapat digunakan untuk mempelajari perubahan ikatan kimia secara kualitatif dalam bahan sediaan farmasi apabila bahan tersebut diperlakukan dengan kondisi tertentu, sehingga dapat dijadikan salah satu dasar acuan informasi perlakuan yang dapat dihindari ataupun modifikasi dalam penggunaan bahan baku dalam proses pembuatan obat.

(Syamna Meliana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *