SIMPLISIA SEBAGAI BAHAN DASAR OBAT HERBAL

No Comments on SIMPLISIA SEBAGAI BAHAN DASAR OBAT HERBAL

https://jualsimplisia.files.wordpress.com/2017/08/cropped-cropped-simpli21.jpg

Menurut Departemen Kesehatan RI, simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses apapun, dan kecuali dinyatakan lain umumnya berupa bahan yang tidak dikeringkan. Simplisia terbagi menjadi 3 jenis yakni, simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia mineral (pelikan). Berikut adalah penjelasannya:

  1. Simplisia Nabati, adalah simplisia yang dapat berupa tanaman utuh, bagian tanaman, eksudat tanaman, atau gabungan antara ketiganya, misalnya Datura Folium. Simplisia nabati sering berasal dan berupa seluruh bagian tumbuhan, tetapi sering berupa bagian atau organ tumbuhan seperti akar, kulit akar, batang, kulit batang, kayu, bagian bunga dan sebagainya.
  2. Simplisia Hewani, adalah simplisia yang dapat berupa hewan utuh atau zat-zat berguna yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa bahan kimia murni, misalnya minyak ikan (Oleum ieconis asselli) dan madu (Mel depuratum).
  3. Simplisia Mineral atau pelikan, adalah simplisia berupa bahan pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana dan belum berupa bahan kimia murni, contohnya serbuk seng dan tembaga.

Simplisia memiliki banyak keunggulan, antara lain efek sampingnya relatif lebih kecil daripada obat-obatan kimia karena berasal dari alam, adanya komposisi yang saling mendukung untuk mencapai efektivitas pengobatan, dan lebih sesuai untuk penyakit metabolik dan degenaratif. Meskipun begitu, obat tradisional ini memiliki kekurangan yaitu, memiliki efek farmakologis yang lemah, bahan baku belum terstandar, dan belum dilakukan uji klinik serta mudah tercemar berbagai mikroorganisme. Jika ingin menggunakan simplisia sebagai obat tradisional, sebaiknya menggunakan simplisia dari kelompok obat fitofarmaka, yang telah teruji khasiat dan keamanannya, teruji secara klinis, bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, serta memenuhi indikasi medis.

Tahap awal pembuatan simplisia adalah tahap penanganan pasca panen yang harus penuh dengan ketelitian yakni, dimulai dari penyiapan alat dan bahan, pengumpulan bahan yang akan digunakan sebagai bahan baku simplisia, penyortasian basah (pemisahan dan pembuangan bahan organik asing atau tumbuhan lain yang terikut).

Untuk mengetahui kebenaran dan mutu simplisia, maka dilakukan analisis yang meliputi analisis kuantitatif dan kuantitatif. Pengujian mikroskopik termasuk dalam analisis kuantitatif. Uji mikroskopik dilakukan dengan menggunakan mikroskopik yang derajat pembesarannya disesuaikan dengan keperluan. Simplisia yang dapat diuji berupa sayatan melintang, radial, paradermal, membujur ataupun serbuk. Dari pengujian ini akan diketahui jenis simplisia berdasarkan pragmen pragenal spesifik masing-masing simplisia.

Serbuk dari simplisia memiliki beberapa persyaratan yaitu:

  1. Kadar air. Tidak lebih dari 10%
  2. Angka Lempeng Total. Tidak lebih dari 10
  3. Angka Kapang dan Khamir. Tidak lebih dari 10
  4. Mikroba Patogen: Negatif
  5. Aflatoksin. Tidak lebih dari 30 bpj.  

Pada pembuatan bahan dasar obat haruslah dilakukan beberapa uji coba. Uji coba kali ini adalah uji organoleptik. Sebenarnya apa sih uji organoleptik itu? Uji organoleptik merupakan cara pengujian dengan menggunakan indra manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk. Pengujian organoleptik dapat memberikan indikasi kebusukan, kemunduran mutu dan kerusakan lainnya dari produk.

Adapun syarat-syarat yang harus ada dalam uji organoleptik adalah ada contoh yang diuji yaitu benda perangsang, ada penulis sebagai pemroses respon, ada pernyataan respon yang jujur respon yang spontan, tanpa penalaran, imaginasi, ilusi atau meniru orang lain, asosiasi. Tujuan uji organoleptik adalah untuk:

  1. Pengembangan produk dan perluasan pasar
  2. Pengawasan mutu, bahan mentah, dan komoditas
  3. Perbaikan produk
  4. Membandingkan produk sendiri dengan produk pesaing
  5. Evaluasi penggunaan bahan, formulasi, dan peralatan baru

( Nurul lutfi Haqie Wahyudi /Ed. Anggun M. S.Farm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *