Mengenal Lebih Dekat Ilmu Kimia Dengan Praktikum Kimia Farmasi

No Comments on Mengenal Lebih Dekat Ilmu Kimia Dengan Praktikum Kimia Farmasi

Kimia farmasi merupakan suatu disiplin ilmu gabungan kimia dan farmasi yang terlibat dalam desain, isolasi sintesis, analisis, dan identifikasi. Kimia farmasi bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisika dan kimia dari bahan obat atau obat.

Pada praktikum kimia farmasi ini mahasiswi dikenalkan dengan ilmu kimia mulai dari dasar, baik dari alat dan bahan yang digunakan, hingga cara menjaga keamanan dari bahan yang berbahaya. Dalam praktikum ini mahasiswi didisiplinkan untuk memakai atribut lengkap dari kepala hingga ujung kaki. Baik berupa masker, sarung tangan maupun sandal khusus laboratorium untuk menjaga keselamatan praktikan dari dampak buruk bahan berbahaya.

Pada praktikum kimia farmasi Program Studi Farmasi saat ini, beberapa percobaan telah dilakukan oleh mahasiswi, diantaranya pengenalan alat dan bahan berbahaya, penimbangan, konsentrasi larutan, pengenceran, asam basa, pembuatan larutan buffer, dan polaritas.

Praktikum pertama yang dilakukan mahasiswi pada praktikum kimia farmasi yakni pengenalan alat dan bahan berbahaya. Percobaan ini bertujuan agar mahasiswi dapat mengenal beberapa macam alat yang digunakan di laboratorium serta mengetahui cara penggunaannya.

Pengenalan alat-alat kimia dan cara penggunaannya merupakan suatu keharusan bagi orang-orang yang akan berkecimpung dalam bidang ilmu kimia. Keberhasilan suatu praktikum atau penelitian sangat ditentukan oleh penguasaan praktikan atau peneliti terhadap alat-alat yang digunakannya. Di dalam laboratorium ada berbagai macam alat mulai dari yang sederhana seperti alat-alat gelas sampai pada peralatan yang cukup rumit.


Gambar 1 Pengenalan Alat dan Bahan Laboratorium Kimia

Pelaksanaan praktikum dalam laboratorium kimia tidak terlepas dari alat-alat dan bahan-bahan kimia, baik yang berbahaya maupun yang tidak berbahaya. Perlu diketahui bahwa ada begitu banyak jenis bahan-bahan kimia di laboratorium dengan berbagai karakteristik misalnya saja mudah meledak, mudah terbakar, menyebabkan iritasi, atau juga bersifat korosif dan atau toxic. Maka dari itu diperlukan pemahaman dari bahan-bahan kimia tersebut. Percobaan selanjutnya yakni penimbangan. Menimbang merupakan pekerjaan yang dilakukan pada saat kita memerlukan bahan dalam membuat campuran larutan.  Penimbangan diperlukan agar didapatkan bahan dengan ukuran yang tepat dan cermat. Dengan demikian perlu diadakan percobaan ini agar mahasiswi mampu melakukan kalibrasi dan menimbang dengan hasil yang akurat

Mahasiswi juga mempelajari pembuatan konsentrasi larutan.  Konsentrasi larutan adalah besaran yang menunjukkan kepekatan suatu larutan melalui perbandingan antara pelarut dan zat terlarut. Jika zat terlarutnya banyak, maka larutan yang dibentuk memiliki konsentrasi tinggi (pekat). Sebaliknya, jika zat terlarutnya sedikit, larutan yang dibentuk memiliki konsentrasi rendah (encer).

Konsentrasi larutan digunakan untuk menyatakan banyaknya zat terlarut dalam sejumlah tertentu larutan, bergantung pada satuan yang diterapkan, dikenal sebagai satuan konsentrasi. Konsentrasi dapat dinyatakan dalam persen (%), part per million (ppm) atau bagian per juta (bpj), molaritas (M), molalitas (m), dan normalitas (N).

Selanjutnya ada praktik pengenceran. Larutan yang digunakan di laboratorium sering kali berada dalam konsentrasi yang tinggi atau pekat. Konsentrasi yang pekat ini digunakan untuk kebutuhan reagen/campuran tertentu. Namun untuk penggunaan praktikum sehari-hari biasanya menggunakan larutan dengan konsentrasi yang rendah. Pengenceran dilakukan untuk mengurangi tingkat kepekatan suatu larutan, pengenceran bisa dilakukan dengan cara menambahkan air. Larutan yang telah diencerkan akan mengalami perubahan konsentrasi dan volume. Pengenceran juga dapat dilakukan secara bertingkat yakni dari 100 ppm diencerkan menjadi 50 ppm, 50 ppm diencerkan menjadi 25 ppm dan seterusnya.


Gambar 2 Pembuatan Konsentrasi Larutan dan Pengenceran

Asam adalah senyawa yang berada dalam air akan menghasilkan ion Hidrogen yang memiliki ciri ciri: rasanya asam. Asam secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Sebaliknya dengan basa akan menghasilkan pH lebih dari 7. Basa adalah Senyawa yang berada dalam air akan menghasilkan ion Hidroksil. Basa memiliki ciri-ciri mempunyai rasa yang pahit.

Sedangkan untuk menentukan besarnya derajat keasaman/pH larutan asam basa mahasiswi dapat menggunakan pH meter atau dapat juga dengan indikator asam-basa yang lain seperti larutan indikator contohnya metil jingga, metil merah, bromtimol biru, dan fenolptalein serta dapat juga menggunakan indikator universal.  

Disini mahasiswi diajarkan bagaimana cara penggunaan pH meter, cara kalibrasi pH meter sebelum menggunakan pH meter dengan tujuan agar mendapatkan hasil yang akurat dari larutan yang diukur. Dalam kalibrasi pH meter menggunakan larutan buffer pH 4 untuk asam, pH 7 untuk netral, dan pH 9 untuk basa.


Gambar 3 Mahasiswi Mempraktikkan Penggunaan pH Meter

Setelah mengetahui apa itu asam basa, mahasiswi diajarkan cara pembuatan larutan buffer. Larutan buffer atau larutan penyangga adalah semua larutan yang pH-nya dapat dikatakantetap, walaupun ditambahkan sedikit asam atau basa. Biasanya, larutan penyanggamengandung asam lemah beserta basa lemah konjugasinya dalam konsentrasi yang hampir sama. Larutan penyangga berperan besar dalam mengontrol ion-ion dalam larutan sekaligus mempertahankan pH dalam proses biokimia dan fisiologis. Banyak proses kehidupan sensitif terhadap pH sehingga diperlukan sedikit pengaturan dalam interval konsetrasi.

Praktikum terakhir ada uji polaritas. Dalam kimia, polaritas adalah pemisahan muatan listrik yang mengarah pada molekul atau gugus kimia yang memiliki momen listrik dipol atau multipol. Senyawa Polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-unsurnya. Ada pun ciri-ciri senyawa polar umumnya yaitu dapat larut dalam air dan pelarut polar lain. Contoh Senyawa Polar Alkohol dan air.

Sedangkan senyawa Non Polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar elektron pada unsur-unsur yang membentuknya. Ciri-Ciri Senyawa Non Polar yakni tidak larut dalam air dan pelarut polar lain. Contohnya metana, oksigen, karbon dioksida, nitrogen, dan hidrogen.

(Aldila Quria)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *