PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS

No Comments on PRAKTIKUM KIMIA ANALISIS

Kimia analisis adalah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari pemisahan, identifikasi dan kuantifikasi senyawa kimia baik secara kualitatif maupun kuantitatif menggunakan metode eksperimen. Teknik yang digunakan dalam cabang kimia ini didefinisikan sebagai prinsip kimia atau fisika yang digunakan untuk mempelajari suatu zat yang akan dianalisis (analit). Analisis kualitatif mempunyai pengertian bahwa adanya indikasi suatu identitas zat kimia pada sampel. Sedangkan untuk analisis kuantitatif sendiri memiliki makna berapa jumlah (konsentrasi relati / jumlah total) dari senyawa yang diidentifikasi.

Untuk meningkatkan pemahaman mahasiswi tentang konsep, prinsip dan mekanisme kerja dari kimia analisis maka untuk itu diperlukan adanya suatu praktikum kimia analisis dalam bidang ilmu kefarmasian dalam untuk tujuan menganalisis senyawa-senyawa ataupun senyawa yang terkandung dalam suatu bahan (makanan, minuman maupun obat-obatan) maupun sampel.

Pada kegiatan Praktikum Kimia Analisis Program Studi Farmasi Universitas Darussalam Gontor telah dilakukan beberapa percobaan yaitu diantaranya Analisis Formalin dengan Metode Asidi-Alakalimetri, Analisis Kadar Klorin dalam Pembalut Wanita dengan Metode Argentometri, Analisis Kesadahan Air dengan Metode Kompleksometri, Pengujian Kadar Methampiron Secara Kualitatif dan Kuantitatif, Analisis Kadar Fe dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis, Analisis Rhodamin B pada Lipstick dan Liptint dengan Spektrofotometri UV-Vis, dan Analisis β Karoten dengan Metode Kromatografi.

Pada praktikum pertama yaitu tentang Analisis Formalin dalam kandungan makanan. Sampel makanan yang digunakan yaitu Bandeng, Tahu, Bakso dan Mi basah yang didapat dari pedagang di pasar sekitar daerah UNIDA. Pada praktikum ini mahasiswi diminta menganalisis secara titrasi asidi-alkalimetri apakah dalam makanan yang sehari-hari dikonsumsi dari pedagang di sekitar UNIDA menggunakan formalin sebagai bahan pengawetnya. Hasil dari praktikum ini mahasiswi mampu menjelaskan dan mempraktikkan prinsip titrasi secara asidi-alakalimetri dan mampu melakukan analisis kandungan formalin dalam sampel yang telah ditentukan.

Pada praktikum kedua yaitu tentang analisis kandungan senyawa klorin yang terdapat dalam pembalut wanita yang beredar di pasaran dengan menggunakan metode titrasi secara argentometri. Untuk praktikum kedua ini, mahasiswi diharapkan mampu menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif kandungan klorin dalam pembalut wanita dan mahasiswi mampu menjelaskan prinsip metode titrasi argentometri.

Pada materi praktikum ketiga adalah mengenai analisis kesadahan air dengan metode titrasi kompleksometri. Praktikum ini dilakukan agar mahasiswi dapat menegtahui tingkat kesadahan dari air minum yang beredar dipasaran saat ini, maupun dari air minum yang meraka konsumsi di UNIDA dan yang digunakan untuk sarana mandi dan mencuci selama di UNIDA. Praktikum ini bertujuan agar mahasiswi mampu menjelaskan dan mempraktikkan tentang prinsip titrasi komplesometri dan mampu menganalisis kadar kesadahan air dalam sampel yang telah ditentukan.

Pada materi praktikum keempat adalah mengenai analisis kadar methampiron secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis mengenai kadar methampiron ini dilakukan untuk mengetahui kandungan BKO (Bahan Kimia Obat) yang ada di dalam jamu yang beredar dipasaran maupun jamu gendong yang dijual di sekitar UNIDA. Methampiron adalah salah satu BKO yang mempunyai indikasi analgetik dan antiinflamasi yang sering ditambahkan dalam jamu tanpa dosis yang sesuai sehingga penggunaannya dapat membahayakan konsumen. Praktikum ini bertujuan agar mahasiswi mampu menjelaskan dan mempraktikkan tentang metode analisis kualitatif dan kuantitatif secara iodometri pada methampiron (antalgin) dan mampu menganalisis kadar methampiron (antalgin) yang ditambahkan dalam sampel jamu tersebut.

Pada materi praktikum kelima mengenai analisis kadar Fe dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Praktikum analisis kadar Fe menggunakan sampel tablet tambah darah dan sampel air yang berada di lingkungan UNIDA. Dari praktikum ini diharapkan agar mahasiswi mampu menjelaskan metode analisis kadar Fe menggunakan spektrofotometri UV-vis dan mampu menganalisis kadar Fe dalam contoh sampel tersebut. Pada praktikum keenam mempelajari bagaimana analisis rhodamin B pada lipstick dan liptint dengan spektrofotometri UV-Vis. Rhodamin B banyak digunakan sebagai pewarna dalam sediaan kosmetik lipstick dan liptint karena warnanya lebih terang menyala dan lebih awet, padahal kegunaan rhodamin B yang seharusnya adalah digunakan sebagai pewarna dalam industri tekstil dan cat. Karena dampaknya yang mampu mengiritasi saluran pernapasan dan bersifat karsinogenik maka penggunaannya dalam kosmetik dilarang. Praktikum ini bertujuan agar mahasiswi mampu menjelaskan tentang metode analisis rhodamin B secara spektrofotometri UV-Vis dan menganalisis kadar rhodamin B dalam sampel lipstick dan liptint yang beredar di pasaran.

Pada praktikum ketujuh mengenai analisis β karoten dengan metode kromatografi. Praktikum ini bertujuan agar mahasiswi mampu menjelaskan tentang metode analisis secara Kromatografi Kolom dan Kromatografi Lapis Tipis sehingga mahasiswi dapat menganalisis kadar β karoten pada sampel brokoli dan wortel yang didapat dari pasar.

(Indah Tri Lestari, Nadia Mira Kusumaningtyas, Satwika Budi Sawitri, Firstiyani Annisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *