Dosen Farmasi Terpilih Menjadi Bagian Inspiring Lecturer Paragon 2021

No Comments on Dosen Farmasi Terpilih Menjadi Bagian Inspiring Lecturer Paragon 2021

Inspiring Lecturer Paragon (ILP) merupakan salah satu program dari PT. Paragon Technology and Innovation untuk meningkatkan kapasitas dan kredibilitas bagi para dosen perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi agen perubahan (change agent) dalam proses mewujudkan semangat Merdeka belajar. ILP memiliki tujuan untuk mengakselerasi kualitas dosen dengan membentuk mindset sebagai teladan (inspiration) dalam menginovasi pembelajaran didalam kelas dan membekali keterampilan kunci (kompetensi) dan sebagai penggerak utama (prime mover) pada ekosistem pendidikan Indonesia

Program ini diperuntukkan untuk dosen-dosen terpilih dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang telah lolos seleksi tahap I dan II. Peserta terpilih akan diberikan pelatihan selama 3 bulan secara daring dari berbagai narasumber terbaik di bidangnya, mendapatkan sesi coaching dari professional coach, dan didampingi oleh fasilitator berpengalaman. Peserta yang dapat menyelesaikan program maka berhak untuk mengikuti wisuda Inspiring Lecturer dan tergabung dalam jaringan alumninya.

Salah satu dosen yang terpilih menjadi bagian Inspiring Lecturer Paragon 2021 yaitu Al-Ustadzah Nadia Mira Kusumaningtyas, S.Si., M.Sc., dosen Prodi Farmasi, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Pada seleksi tahap pertama, calon peserta diminta untuk mengirimkan rekomendasi dari kaprodi/ dekan dan membuat CV, porto folio, essay, dan deskripsi diri. Seleksi kedua yaitu tahap konfirmasi ulang tentang komitmen sebagai calon peserta sebagai bentuk kredibiltasnya. Pada deskripsi diri, ustadzah Nadia menjelaskan tentang kekhasan UNIDA Gontor sebagai universitas bersistem pesantren yang mengedepankan pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada Islamisasi ilmu pengetahuan. Selain itu beliau juga menjelaskan sebagai tenaga pendidik di UNIDA Gontor tidak hanya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi tetapi selama berkhidmat juga ditanamkan jiwa pesantren yaitu keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah islamiah, dan bebas (panca jiwa) yang diaplikasikan dalam kesehariannya. Hal ini yang membuat beliau memiliki perbedaan dengan peserta lainnya. Kita doakan semoga ustadzah Nadia diberi kemudahan dalam menyelesaikan program ini dan juga kelancaran untuk studi doctoralnya.

(Admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *