(18/8) Program Studi Farmasi mengadakan kuliah pakar #2 dengan tema “Moslem Lifestyle in South Korea: Health and Da’wah Perspective” yang bertempat di aula pertemuan laboratorium terpadu Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Darussalam Gontor. Hadir sebagai narasumber dalam kuliah pakar ini Dr. Ayman Turk, ilmuwan Pos-Doc di bidang farmasi dari Universitas Changbuk Korea Selatan. Selain menyelesaikan pendidikan doctoral di bidang farmasi, Dr. Ayman saat ini melanjutkan program Post-Doctoral di Universitas yang sama. Berasal dari Lebanon, Dr. Ayman mahir dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Arab, selain itu beliau juga menguasai 5 bahasa lain seperti Spanyol, Perancis, Inggris, dan Korea. Acara kuliah pakar dimoderatori oleh Siti Nikmatul Rochmah, M.Pd dan Indriyanti Widyaratna, S.Farm sebagai bentuk integrasi antara tema dakwah dan keilmuan farmasi di Korea Selatan.

Diadakan secara online dan offline, agenda ini diikuti oleh mahasiswi fakultas ilmu kesehatan, mahasiswi pascasarjana, dan beberapa perwakilan dari program studi yang ada di Universitas Darussalam Gontor. Pada malam sebelum acara dimulai, Dr. Ayman menyempatkan diri melaksanakan sholat berjama’ah bersama seluruh mahasiswi Universitas Darussalam Gontor dan mengisi kajian di program pascasarjana. Dalam agenda tersebut, beliau menyampaikan kepada mahasiswi hal yang berkaitan dengan Korean Wave. Bahwa sesungguhnya hal tersebut tidak baik untuk kesehatan iman dan islam seorang muslim, dan hendaknya sebagai seorang muslim agar berhati-hati dalam mengagumi sesuatu. Selain itu, perlu diperhatikan   pesan-pesan yang tertuang dalam lirik lagu yang mereka (artis Korea –red) bawakan memiliki arti yang dapat menghilangkan keimanan seorang muslim.

Dr. Ayman Turk (Tengah) bersama Deputi WR Bidang Akademik Dr. Nur Hadi Ihsan (Kiri) dan Deputi WR Bidang Kepesantrenan Dr. Fairuz Subakir Ahmad (Kanan)

Selain menuntut ilmu di Negeri Ginseng, Dr. Aymanjuga aktif dalam menyebarkan dakwah di Korea Selatan. Video dakwah beliau dapat banyak ditemui di akun Instagram Cheongju Islamic Center (https://instagram.com/cheongju_islamic_center). Sebagai seorang muslim, hidup di negara yang bukan mayoritas muslim memiliki tantangan tersendiri. Tantangannya adalah bahwa untuk menunaikan tugas dan kewajiban dasar seorang muslim, seperti sholat wajib, sholat Jum’at, puasa, dan memanjangkan jenggot sangat tidak mudah dilakukan. Seperti contoh ketika beliau, Dr. Ayman, harus melaksanakan sholat Jum’at di tengah aktifitas beliau melakukan penelitian di laboratorium, supervisor beliau tidak dengan mudah mengijinkan. Kecuali jika Dr. Ayman bersedia menggantikan waktu makan siangnya dengan kegiatan sholat tersebut. Alhasil, tidak jarang pelaksanaan sholat Jum’at bisa lebih awal atau terkadang lebih akhir dari waktunya.

Di sisi lain, komunitas muslim yang masih merupakan minoritas di Korea Selatan memiliki hubungan yang sangat erat layaknya saudara. Dalam pemaparannya, Dr. Ayman menyampaikan hal yang cukup sulit ditemui oleh muslimah di Korea Selatan adalah kosmetika halal, sehingga nasihat beliau terhadap umat muslim di Indonesia adalah agar kesadaran memakai kosmetik halal semakin meningkat lagi, karena hal tersebut telah mendapat dukungan penuh oleh pemerintah. Namun realita yang ditemukan di masyarakat luasa adalah bahwa masih banyak muslimah yang merasa sulit dan keberatan melakukannya, Dr. Ayman menjelaskan fenomena tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api”

(HR Tirmidzi No. 2260, Al Hafidz Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Dr. Ayman sebagai Pemateri dalam Kegiatan Kuliah Pakar #2 bersama Moderator

Disiarkan langsung  oleh salah satu saluran Gontor TV (https://youtu.be/Moslem Lifestyle in South Korea), acara ini dibuka oleh Deputi Wakil Rektor I Bidang Kemahasiswaan Al-Ustadz Dr. Nur HAdi Ihsan, MIRKH. Beliau menyampaikan bahwa Dr. Ayman ini merupakan tamu special untuk UNIDA Gontor, karena keahlian beliau di bidang farmasi, juga kemampuan beliau memiliki latar belakang pendidikan di negara Arab dan negara yang termasuk modern Korea Selatan. Sehingga beliau memiliki 2 perspektif yang saling melengkapi, baik di segi keagamaan dan segi modernitas ala dunia Barat. Diharapkan mahasiswi dapat banyak mengambil pelajaran dari materi yang akan dipaparkan oleh Dr. Ayman dan memanfaatkan waktu diskusi bersama dengan sebaik mungkin.

Acara selanjutnya ditutup dengan closing statement oleh Dr. Ayman yang menyebutkan kunci untuk menjadi sukses sebagai seorang farmasis yang modern dan islami adalah 5, yaitu:

  1. To be trustworthy
  2. always updating the information
  3. Following the guideline on pharmacist
  4. Fearing of Allah
  5. Follow the sharia

Red. IW

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *