Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Kesehatan memberikan sambutan dalam acara family gathering

Nov 03, 22 – Program Studi Farmasi mengadakan kegiatan Pengarahan Akademik dan Family Gathering bersama seluruh civitas akademika Prodi Farmasi pada hari Kamis (03/11/22) di Auditorium UNIDA Gontor Kampus Mantingan.

Acara ini diadakan untuk mengingatkan kembali para mahasiswi Prodi Farmasi akan pentingnya berdisiplin dalam setiap kegiatan akademik dan non-akademik, juga terkait keaktifan mahasiswi dan adab sebagai seorang penuntut ilmu. Dibuka oleh Kepala Program Studi Farmasi, Al-Ustadzah apt. Nadia Iha Fatihah M.Pharm.Clin, beliau menyampaikan informasi seputar kegiatan akademik yang sudah mulai dilaksanakan di lingkungan Universitas Darussalam Gontor dan mengajak para mahasiswi untuk terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan. Agenda dilanjutkan dengan sambutan oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Kesehatan, Al-Ustadz apt. Kurniawan, M.Farm. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga adab sebagai penuntut ilmu, dan bahwa akhlak seorang penuntut ilmu lebih penting dari pada tingkatan ilmu yang dimiliki.

Bertepatan dengan hari Kamis, kegiatan ini diteruskan dengan agenda ifthar (buka puasa) bersama dan sholat maghrib berjama’ah yang diimami oleh Al-Ustadz apt. Kurniawan, M.Farm. Sebelum dilanjutkan dengan acara tajammu’ (makan malam bersama), Sekertaris Prodi Farmasi, Al-Ustadzah Anggun Mahirotun, M.Farm menyampaikan sedikit nasihat terkait adab dan sopan santun sebagai seseorang yang menuntut ilmu. Menuntut ilmu adalah suatu proses dimana seseorang hendaknya meluruskan niat dan tujuannya semata untuk mendapatkan ilmu yang diberkahi oleh Allah, sehingga kelak ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat baik di dunia maupun di akhirat.

Adab-adab yang perlu diperhatikan dalam menuntut ilmu:

Dalam menuntut ilmu, seseorang perlu memiliki adab dan sopan santun agar ilmu yang didapatkan memiliki keberkahan dunia dan akhirat. Berikut adalah beberapa adab dalam menuntut ilmu:

1. Niat yang baik

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya diharapkan dengannya wajah Allah ‘Azza wa Jalla, namun dia justru mempelajarinya hanya untuk mendapatkan sedikit dari kenikmatan dunia, maka dia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat.” (HR. Ahmad, shahih).

2. Bersungguh-sungguh

Imam Nawawi pernah berkata yang tertuang dalam buku Tibyan fi Adabi Hamalati-l-Qur’an (halaman 41) isinya, “Termasuk adab yang harus dimiliki adalah bersemangat untuk mencari ilmu, selalu membiasakan mencarinya dalam setiap waktu yang memungkinkan. Jangan puas dengan yang sedikit jika memang punya kesempatan untuk meraih yang banyak. Jangan juga memaksakan diri terhadap sesuatu yang ia tidak mampui karena dikhawatirkan akan membuat bosan. Dan apa yang telah diperolehnya bisa terlupakan. Hal ini antara satu orang dengan yang lainnya tentu berbeda-beda sesuai dengan kondisi masing-masing.”

3. Memilih teman

Dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, no. 927).

4. Mengamalkan ilmu yang dimiliki

Dalam Kitab Matan Lubalul Hadist, karya Jamaluddin bin kamaluddin As SuyuthiKitab Ihya’ Ulumuddin, karya Imam Ghazali, dituliskan bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Keutamaan orang `alim (yang mengamalkan ilmunya) mengalahkan `abid (ahli ibadah) adalah bagaikan rembulan (bulan purnama) yang mengalahkan semua bintang-bintang”.

Baca selengkapnya tentang 10 hadist keutamaan ilmu dan ulama di sini.

5. Menghindari akhlak yang tercela

Pepatah Arab mengatakan ‘Akhlak yang buruk itu menular.’

سُوْءُ الْخُلُقِ يُعْدِى

Ini sejalan dengan Hadits Nabi tentang tukang minyak dan tukang besi:


مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628).

6. Menghormati orang yang memberi ilmu

Nabi Muhammad ﷺ bersabda: “Barang siapa memuliakan orang alim maka dia benar-benar telah memuliakanku dan barang siapa memuliakanku maka dia benar benar telah memuliakan Allah dan barang siapa memuliakan Allah maka tempat kembalinya adalah surga”.

Diriwayatkan juga oleh Abu Al Hasan Al Mawardi, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: ”Muliakanlah orang yang kamu belajar darinya (guru).” (HR. Abul Hasan al-Mawardi)

7. Menulis ilmu yang didapat

 “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya” – Ali bin Abi Thalib –

8. Aktif bertanya

Sebagai seorang penuntut ilmu, hendaknya aktif bertanya kepada guru tentang pertanyaan yang sesuai syari’at untuk memperdalam ilmu yang dimiliki. Seperti yang difirmankan dalam Al Qur’an:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

‘Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.’ [Q.S An -Nahl (16): 43].

Selain ditujukan untuk membangkitkan kembali semangat mahasiswi dalam menuntut ilmu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkup dosen dan tenaga kependidikan dalam Prodi Farmasi. Setelah mengikuti kegiatan ini, para mahasiswi dihadapkan dengan agenda rutin setiap Kamis malam di Universitas Darussalam Gontor kampus Putri yaitu lailatu tahfidz atau malam menghafal Al-Qur’an.
Subhanallah, sungguh indahnya alam pendidikan Gontor yang mendidik santri-santrinya baik secara jasmani juga rohani.

“Teman-teman mahasiswi farmasi harus banyak bersyukur bisa menuntut ilmu di UNIDA Gontor. Kalian berada dalam lingkungan yang baik, dikelilingi oleh orang-orang yang baik, dan memiliki tujuan yang baik. Disini kalian selalu mendapatkan nasihat dari para asatidz dan ustadzah. Maka, ambillah pesan-pesan tersebut agar kalian beruntung”

sambutan oleh Al-Ustdaz apt. Kurniawan M.Farm

Red: Baiq Ema Chaeratul Mar’ah
Ed: IW

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *