Sabtu, 3 Desember 2022 Program Studi Farmasi Unida Gontor kembali mendapatkan kabar bahagia bahwa salah satu mahasiswi farmasi angkatan 2019 atas nama Aulia Rahma Dewi berhasil meraih penghargaan sebagai juara 1 lomba Patient Counseling dalam event Pharmacy Festival yang diselengarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Farmasi Universitas Indonesia.

Ajang bergengsi Pharmacy Festifal Universitas Indonesia (Pharfest UI) diikuti kurang lebih 100 peserta dengan berbagai cabang perlombaan. Perhelatan kompetisi farmasi nasional Pharfest UI 2022 yang berlangsung mulai tanggal 19 November – 27 November, diikutii oleh perwakilan mahasiswa farmasi dari berbagai universitas negeri maupun swasta diseluruh Indonesia.

Pada kesempatan itu, berbekal dari pengetahuan yang diperoleh dibangku perkuliahan, Aulia mencoba mengevaluasi sejauh mana pemahaman ilmu yang dipelajari dengan mengikuti perlombaan Patient counseling. Berbagai perlombaan Patient counseling di skala nasional, memberikan ruang bagi Aulia untuk mengevaluasi kemampuan akademis, maupun non-akademis yang dimiliki sebagai peluang untuk meningkatkan soft-skill.

Gagal sekali dua kali, adalah saatnya mencoba sudut pandang dan cara baru.

Aulia Rahma Dewi

Begitulah motivasi Aulia. Pernah berkali-kali gagal dalam perjalanannya berkompetisi dikancah nasional tidak menyurutkan langkah dan semangatnya untuk terus mencoba dan bangkit kembali pantang menyerah.

Memiliki keterkarikan terhadap dunia konseling kefarmasian, Aulia menilai bahwa konseling bukan sekedar berkomunikasi secara prosedural dan monoton sesuai pedomaan. Akan tetapi memposisikan diri dalam menjiwai peran sebagai apoteker adalah tips dan trik dalam memaksimalkan kemampuan konseling. Dalam memberikan konseling, khususnya informasi obat kepada pasien, dimulai proses introduksi dilakukan untuk mengetahui data informasi pasien, gaya hidupnya, riwayat penyakit, hingga pemberian resep. Esensi dari konseling adalah sikap simpati dan empati yang dibentuk terhadap pasien, sehingga dapat meningkatkan peforma gaya berkomunikasi yang luwes, komunikatif dan informatif. Hal ini memiliki porsi yang besar atas pemahaman terhadap obat dan kesembuhan pasien dan memiliki nilai unggul dalam penilaian kualitas suatu konseling.

Aulia bersama 3 mahasiwi farmasi lainnya yaitu Qorina Oktasenefani (angkatan 2019), Riska Desti Sona Safira (angkatan 2020), dan Haniefa (angkatan 2021),  mengikuti serangkaian perlombaan Patient Counseling Competition yang dibagi menjadi dua kategori, yaitu beginner (untuk mahasiswa semester 1) dan advance (untuk mahasiswa semester 3-7) dengan tingkat kesulitan kasus yang berbeda. Rangkaian perlombaan Patient Counseling Competition Pharfest UI terdiri dari 2 tahap yaitu penyisihan dan final. Setelah melewati proses seleksi pada babak penyisihan, 2 mahasiswi Farmasi UNIDA Gontor yaitu Aulia Rahma Dewi bersama Qorina Oktasanefani berhasil melanjutkan kompetisi pada babak final sebagai 5 besar finalis dari 40 peserta. Pada tahap final, diantara 5 besar finalis, Aulia berhasil memenangkan juara 1 setelah berjuang menyelesaikan sebuah kasus infeksi menular seksual yang dialami oleh pasien. Hasil analisis terhadap kasus yang diujikan kemudian diberikan informasi obat dan konseling kepada pasien dihadapan juri. Kelima peserta finalis PCC pada kategori advance kembali bersaing menunjukkan kemampuan konselingnya sebagai farmasis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

Perlombaan PCC yang sebelumnya dilaksanakan secara online, ditutup bersama dengan serangkaian kegiatan lainnya dalam acara Pharfest UII 2022 lainnya secara langsung di Universitas Indonesia.

Selayang pandang mengenai Patient Counseling competition, merupakan ajang kompetisi akademis antar mahasiswa Farmasi se-Indonesia di bidang konseling yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa farmasi dalam berkomunikasi dan memberikan konseling kepada pasien sebagai salah satu peran penting farmasis dalam rangka melaksanakan pharmaceutical care yang berkualitas. Kompetisi ini ditujukan bagi mahasiswa yang ingin mengasah kemampuan dalam memberikan konseling kepada pasien melalui telaah resep, telaah penyakit, telaah obat yang digunakan, dan analisa kemampuan komunikasi mahasiswa di masyarakat sebagai calon apoteker.

Terakhir, Aulia berharap kedepannya mahasiswa Farmasi UNIDA Gontor dapat mengikuti berbagai perlombaan kefarmasian dan mencetak lebih banyak prestasi pada skala nasional bahkan international guna mengasah skill keilmuan farmasi, public speaking serta dapat pro-aktif memberikan kontribusinya sebagai mahasiswa farmasi di Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik untuk ummat.

Author: Aulia Rahma Dewi
Editor: IW

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *