Ngawi, 25/11/2022 – Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Darussalam Gontor mengadakan acara pengabdian masyarakat di aula Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 2 dengan peserta santriwati KMI (Kulliyatul Mu’alimat Al-Islamiyah) kelas 1 dan 2. Dilaksanakan dalam 2 sesi, pemberian materi dan pelatihan, kegiatan ini mengusung tema “Mengatasi Penyakit Karies Gigi dan Sariawan menggunakan Bahan Herbal”. Sebagai pemateri, Al-Ustadzah apt. Fauziyyah Al Hasanah, M.Farm, Al-Ustadzah Anggun Mahirotun, M.Farm, dan Al-Ustadzah Nurul Marfu’ah, M.Si. menyampaikan pengertian penting mengenai karies gigi dan sariawan, penyebabnya, serta bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan sakit yang dianggap ‘lebih menyakitkan’ daripada sakit hati ini.

Yuk simak sampai habis artikel ini, untuk mengetahui tips mengatasi karies gigi dan sariawan menggunakan bahan herbal.

Perfotoan Civitas Bersama Santriwati setelah Kegiatan Pengabdian Masyarakat di PMDG Putri Kampus 2

Karies Gigi: Definisi, Penyebab, Gejala dan Pencegahan

Karies gigi terjadi ketika lapisan struktur gigi rusak yang terjadi secara bertahap. Kondisi  ini diawali dengan rusaknya lapisan terluar atau enamel gigi, lalu ke lapisan tengah atau dentin, yang pada akhirnya dapat berakhir pada akar gigi. Penyebab karies gigi biasanya bermula dari sisa makanan, kotoran dan bakteri dalam mulut. Gejala yang timbul saat seseorang terindikasi terkena karies gigi yaitu:

  1. Munculnya rasa sakit pada gigi, dapat berupa nyeri yang ringan hingga tajam
  2. Gigi yang mengalami sensitifitas saat terkena makanan/minuman panas atau dingin, juga terhadap makanan manis
  3. Adanya lubang halus pada permukaan gigi yang biasa disertai dengan adanya noda coklat atau hitam pada permukaan gigi

Karies yang sudah menyebabkan noda pada gigi hingga gigi berlubang dapat diobati dengan terapi perbaikan enamel dan saraf pada gigi. Namun umumnya, pengobatan tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Terdapat cara mudah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya karies gigi, yaitu dengan melakukan beberapa tips berikut:

  1. Berkumur menggunakan air garam
  2. Perawat rutin gigi -> menyikat gigi
  3. Menjaga kebersihan pribadi
  4. Menghindari makanan dan minuman yang mengandung gula
  5. Konsumsi makanan yang menyehatkan gigi
  6. Periksa gigi secara teratur
  7. Menggunakan benang gigi
Penyampaian Materi tentang Karies Gigi dan Sariawan terhadap Santri PMDG Putri Kampus 2

Sariwan: Definisi, Penyebab, Gejala dan Pencegahan

Sedangkan sariawan atau stomatitis aphtosa adalah luka atau peradangan di bibir dan di dalam mulut. Luka ini dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman pada penderitanya. Sariawan biasanya memiliki gejala berupa luka berwarna putih yang muncul di lidah, munculnya warna kemerahan dan rasa nyeri pada bagian mulut, serta kemungkinan terjadi pendarahan ringan yang terjadi saat tergores.

Sariawan pada umumnya disebabkan oleh mikroorganisme seperti:

  1. Infeksi virus -> Flu Singapura (hand-foot-and-mouth disease)
  2. Infeksi jamur, seperti Candida albicans
  3. Infeksi bakteri, seperti infeksi Helicobacter pylori

Untuk menghindari terjadinya sariawan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  1. Menjaga Kesehatan mulut
  2. Memilih sikat gigi yang tepat
  3. Rutin konsumsi buah dan sayur
  4. Mengurangi makanan pedas dan asam
  5. Menghindari makanan dan minuman yang terlalu panas
  6. Tidak makan secara terburu-buru
  7. Menghentikan kebiasaan menggigit bibir
  8. Memperbanyak minum air putih
  9. Mengunyah permen karet bebas gula untuk merangsang produksi air liur

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, Prodi Farmasi UNIDA Gontor juga mengajarkan bahwa karies gigi dapat diupayakan pencegahannya menggunakan bahan-bahan herbal, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Bahan yang dapat dengan mudah ditemui di sekitar kita, yaitu jahe, lemon, daun mint, dan garam, dapat digunakan untuk mencegah karies gigi dan sariawan.

Menggunakan obat herbal dan obat kimia harus disesuaikan dengan kebutuhan, karena tidak selalu obat herbal aman digunakan.

Al-Ustadzah apt. Nadia Iha Fatihah, M.Clin. Pharm

Ketertarikan santriwati terhadap kegiatan ini ditunjukkan dengan keaktifan mereka dalam bertanya dan berdiskusi. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh santri, dan secara keseluruhan dijawab oleh para pemateri dilanjutkan dengan aktifitas praktik berkumur menggunakan bahan herbal. Bahan-bahan tersebut dibuat masing-masing dalam bentuk larutan. Proses kegiatan berkumur santriwati menggunakan larutan herbal yang telah dibuat dilakukan dalam pengawasan dosen dan mahasiswa panitia pelaksana kegiatan.

Pembagian Larutan Herbal untuk Keperluan Berkumur Santriwati

Dari kegiatan ini, santriwati diajarkan banyak hal, dari informasi seputar penyakit yang umum terjadi di mulut, penggunaan bahan herbal untuk pencegahannya, serta praktik berkumur secara langsung menggunakan larutan dari bahan-bahan herbal yang mudah ditemui untuk mencegah karies gigi dan sariawan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu realisasi penelitian yang dilakukan di lingkup Prodi Farmasi UNIDA Gontor terhadap bahan herbal sebagai antimikroba.

Author: Nurul Marfu’ah, M.Si
Editor: Indriyanti Widyaratna, M.Farm

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *